Pendidikan Teknologi
Beranda / Teknologi / Tembus Panggung Akademik Global, Mahasiswa PGSD UNG Transformasi Folklor Otajin ke dalam Sains

Tembus Panggung Akademik Global, Mahasiswa PGSD UNG Transformasi Folklor Otajin ke dalam Sains

01c39d9b 8ab3 4c8a 9028 458e8ffb8ef2 17.02.2026.10.13.44
Mahasiswa PGSD UNG Raih Bronze Medal di Forum Internasional, Angkat Otajin sebagai Basis Inovasi Pembelajaran. (F: Humas PGSD UNG)

JEJAKABAR.COM, GORONTALO — Tiga mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Gorontalo menorehkan prestasi membanggakan di tingkat internasional dengan meraih Bronze Medal pada kompetisi esai dalam ajang 2nd International Student Summit (ISS) 2026 yang digelar di Kuala Lumpur, Malaysia, pada 14–15 Februari 2026.

Ajang 2nd International Student Summit (ISS) 2026 merupakan kompetisi dan konferensi internasional bagi pelajar dan mahasiswa berusia 15–27 tahun yang diselenggarakan oleh Sentosa Foundation bersama sejumlah mitra, termasuk Universiti Sains Islam Malaysia. Kegiatan ini mengusung tema “Membangun Masa Depan yang Berkelanjutan dan Inklusif”, dengan fokus pada pengembangan potensi generasi muda, pertukaran gagasan global, serta inovasi di bidang pendidikan, pertanian, dan teknologi.

Rangkaian kegiatan meliputi kompetisi esai internasional, inovasi poster, seminar, workshop, mentoring, hingga field trip akademik. Forum ini menjadi ruang pertemuan pemikir muda lintas negara untuk mendiskusikan isu keberlanjutan global serta menghadirkan solusi inovatif berbasis riset.

Delegasi PGSD UNG yang meraih penghargaan tersebut terdiri dari Fitriyani Napu, Firman Arsyad, dan Abd. Kadir Bilantua. Mereka berhasil mengungguli peserta dari berbagai negara melalui riset inovatif berbasis budaya lokal yang mengangkat konsep Otajin sebagai basis pengembangan pembelajaran kontekstual.

66294d0e 0f59 4a70 9d1f 740b52cc735f 17.02.2026.10.05.17
Tiga mahasiswa PGSD berhasil meraih Bronze Medal pada kompetisi esai dalam ajang bergengsi 2nd International Student Summit 2026 yang dilaksanakan di Malaysia. (F: Humas PGSD UNG)

Tim PGSD UNG mengkaji Otajin yang selama ini kerap dipandang sebagai narasi mistis, kemudian merekonstruksinya melalui pendekatan ilmiah sebagai sumber pengetahuan berbasis kawasan yang memiliki relevansi pedagogis bagi pendidikan dasar.

Bahlil Imbau Warga Kurangi Konsumsi Energi Secara Berlebihan

Hasil penelitian menunjukkan bahwa Otajin tidak hanya merupakan artefak folklor, tetapi juga dapat menjadi medium integratif untuk mentransformasikan pendekatan Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM) dan pengetahuan lokal ke dalam model pembelajaran kontekstual bagi siswa sekolah dasar. Pendekatan tersebut dinilai mampu memperkuat hak anak memperoleh pembelajaran bermakna sekaligus mendorong pelestarian lingkungan dan tradisi lisan.

Secara metodologis, penelitian ini merupakan proyek riset kolaboratif berkelanjutan. Selain mendapat bimbingan dosen Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Gorontalo, yakni Dr. Candra Cuga, M.Pd., Reski Daud, M.Pd., dan Rahmat Olii, M.Pd., penguatan konsep serta validasi konteks lokal juga dilakukan bersama praktisi pendidikan, yaitu Guru Sekolah Santa Maria Kota Gorontalo Rama Yudha Dumbela serta pegiat literasi komunitas Salampuan, Sheptiani Rusmaningtias.

Ajang International Student Summit dikenal sebagai forum akademik global yang mempertemukan mahasiswa dari berbagai negara untuk mempresentasikan gagasan riset inovatif sekaligus memperluas jejaring internasional. Keberhasilan delegasi PGSD UNG dalam forum tersebut menandai meningkatnya kapasitas intelektual mahasiswa daerah di kancah global, sekaligus menegaskan bahwa riset berbasis kearifan lokal memiliki daya saing dan nilai ilmiah di tingkat internasional.

Prestasi ini dinilai tidak hanya bersifat simbolik, tetapi juga strategis karena memperkuat legitimasi pendekatan pendidikan berbasis budaya sebagai paradigma pembelajaran masa depan yang adaptif, kontekstual, serta berakar pada identitas lokal. (Admin/Rilis)

19 Ribu Rumah Direhab di Sumut, Benarkah Semua Gratis? Ini Penjelasan PKP

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *