Pemerintahan
Beranda / Pemerintahan / Bahlil Imbau Warga Kurangi Konsumsi Energi Secara Berlebihan

Bahlil Imbau Warga Kurangi Konsumsi Energi Secara Berlebihan

076412000 1730363844 20241031 132145
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta. (Foto: Liputan6.com/Lizsa Egeham).

JejakKabar.com – Pemerintah tengah menyiapkan serangkaian langkah untuk menekan konsumsi energi masyarakat di tengah melonjaknya harga minyak global akibat memanasnya konflik di Timur Tengah, termasuk perang di Iran. Salah satu kebijakan yang akan segera diumumkan adalah skema work from home (WFH) nasional sebagai upaya mengurangi penggunaan bahan bakar minyak (BBM).

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, mengatakan kebijakan WFH ini menjadi salah satu opsi pemerintah untuk menjaga ketahanan energi nasional. Pemerintah menargetkan kebijakan tersebut mampu menekan konsumsi BBM hingga 20 persen.

“Masalah ini bukan hanya urusan pemerintah, tapi urusan kita semua. Saya mohon dukungan masyarakat untuk memakai energi secara bijak,” kata Bahlil, dikutip dari liputan6, Jum’at(16/3/2026).

Bahlil menjelaskan, keputusan penerapan WFH sudah diputuskan dan saat ini tengah dimatangkan sebelum diumumkan ke publik. Pemerintah masih mengkaji dampak ekonomi dari kebijakan tersebut, namun menegaskan bahwa penghematan energi menjadi prioritas.

Wacana WFH sebelumnya sudah disampaikan sejak pertengahan Maret, menyusul kekhawatiran terhadap potensi krisis energi global yang dapat mengganggu pasokan minyak ke Indonesia.

19 Ribu Rumah Direhab di Sumut, Benarkah Semua Gratis? Ini Penjelasan PKP

Selain rencana WFH, pemerintah meminta masyarakat ikut berperan dalam penghematan energi mulai dari hal sederhana.
“Kalau masak pakai LPG, begitu masakan sudah matang ya kompor dimatikan. Jangan boros,” ujar Bahlil.

Ia menegaskan bahwa meskipun pasokan gas nasional berada dalam kondisi aman, partisipasi masyarakat tetap dibutuhkan untuk menjaga ketersediaannya.

Bahlil juga mengingatkan agar masyarakat tidak melakukan pembelian BBM secara berlebihan atau bahkan menjual kembali secara ilegal. Pemerintah menemukan praktik sejumlah kendaraan industri mengantre di SPBU untuk tujuan penimbunan.

“SPBU ini bukan untuk industri. Jadi tolong dipakai dengan bijaksana,” tegasnya.

Bahlil memastikan masyarakat tidak perlu panik, dan pembelian BBM sebaiknya dilakukan sesuai kebutuhan harian.

Tertangkap di Rumah Nenek, Pelaku Aniaya Panah Wayer di Gorontalo Ternyata Residivis

“Kalau sehari cukup 30–40 liter, ya cukup. Tidak usah panik, pakai secukupnya,” katanya. (admin/rilis)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *