Pendidikan Politik
Beranda / Politik / Bahlil Kritik Syarat TOEFL LPDP, Dinilai Hanya Menguntungkan Anak Orang Kaya

Bahlil Kritik Syarat TOEFL LPDP, Dinilai Hanya Menguntungkan Anak Orang Kaya

34404
Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia (F:Istimewa)

JEJAKABAR.COM – Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, menyentil kebijakan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) yang dinilai menetapkan syarat skor TOEFL terlalu tinggi bagi calon penerima beasiswa.

Menurut Bahlil, syarat kemampuan bahasa Inggris yang tinggi justru membuat kesempatan mendapatkan beasiswa lebih banyak dinikmati oleh kalangan tertentu, terutama mereka yang berasal dari keluarga mampu.

“Jangan disuruh syaratnya itu harus bahasa Inggris TOEFL 700, 800, ya itu mah orang-orang kaya saja,” ujar Bahlil saat ditemui di Pondok Pesantren Azzainiyyah, Sukabumi, Jawa Barat, Minggu (8/3/2026), seperti dilansir Kompas.com.

Bahlil menjelaskan bahwa Partai Golkar tengah mendorong negara agar lebih hadir dalam memperjuangkan hak pendidikan seluruh anak bangsa, termasuk kalangan santri.

Ia menilai selama ini program beasiswa LPDP belum memberikan porsi yang cukup bagi para santri di pondok pesantren.

Bahlil Imbau Warga Kurangi Konsumsi Energi Secara Berlebihan

Menurut Bahlil, kualitas pendidikan tidak semata ditentukan oleh jenis sekolah formal yang ditempuh seseorang.

“Belum tentu sekolah bagus yang sekarang umum-umum itu kualitasnya lebih hebat dibandingkan dengan pesantren. Belum tentu,” kata Bahlil.

Ia juga menyampaikan keyakinannya bahwa kualitas seseorang tidak sepenuhnya ditentukan oleh latar belakang sekolah.

“Saya termasuk salah satu yang menganut mazhab sekolah tidak menjamin kualitas seseorang. Yang menjamin kualitas seseorang itu adalah orang itu sendiri,” tambahnya.

Bahlil menilai banyak santri memiliki potensi dan kualitas yang tidak kalah dengan siswa dari sekolah umum.

19 Ribu Rumah Direhab di Sumut, Benarkah Semua Gratis? Ini Penjelasan PKP

Namun, menurutnya selama ini program beasiswa LPDP dinilai belum sepenuhnya menjangkau kalangan pesantren.

“Saya pikir ini harus kita lakukan, kita suarakan terus menerus supaya bisa diambil keputusan yang baik, toh mereka juga adalah anak bangsa,” ujarnya.

TOEFL merupakan singkatan dari Test of English as a Foreign Language, yaitu tes kemampuan bahasa Inggris bagi penutur non-native yang sering digunakan sebagai syarat untuk melanjutkan studi di luar negeri atau mengikuti program beasiswa internasional.

Tes ini mengukur kemampuan membaca, menulis, mendengar, dan berbicara dalam bahasa Inggris. Skor TOEFL biasanya menjadi salah satu syarat utama dalam seleksi beasiswa maupun pendaftaran ke perguruan tinggi internasional. (Admin/rilis)

Tertangkap di Rumah Nenek, Pelaku Aniaya Panah Wayer di Gorontalo Ternyata Residivis

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *