JejaKabar.com, Gorontalo Utara — Mahasiswa Program Kuliah Kerja Sosial Tematik (KKS-T) Desa Moluo dari IAIN Sultan Amai Gorontalo (IAIN SMART) menggelar kegiatan edukatif bertajuk Sosialisasi Pencegahan Kekerasan Seksual dan Bullying bagi siswa-siswi SMP Muhammadiyah Kwandang, Jumat (6/2/2026).
Kegiatan yang berlangsung di aula sekolah tersebut diikuti oleh seluruh siswa kelas VII hingga IX serta didampingi oleh para guru. Sosialisasi ini merupakan bagian dari program kerja mahasiswa KKS-T yang bertujuan meningkatkan kesadaran pelajar terhadap bahaya kekerasan seksual dan perundungan (bullying), yang dapat berdampak serius pada perkembangan psikologis dan sosial remaja.
Acara diawali dengan sambutan Koordinator KKS-T Desa Moluo, Muammar Ilham. Dalam sambutannya, ia menekankan bahwa masa remaja merupakan fase krusial dalam pembentukan karakter dan kepribadian anak. Oleh karena itu, pembekalan sejak dini menjadi sangat penting agar para siswa mampu mengenali, menghindari, serta menghadapi berbagai bentuk kekerasan.
“Anak-anak SMP telah memasuki usia remaja, sehingga mereka perlu diberikan pemahaman yang tepat agar terhindar dari kekerasan, baik secara verbal, fisik, maupun psikologis,” ujarnya. Ia juga menyampaikan permohonan maaf apabila masih terdapat kekurangan selama pelaksanaan kegiatan.

Dalam sesi sosialisasi, mahasiswa KKS-T menyampaikan materi secara komunikatif dan interaktif mengenai bentuk, dampak, serta upaya pencegahan kekerasan seksual dan bullying dalam kehidupan sehari-hari. Para siswa terlihat antusias mengikuti kegiatan, ditandai dengan keaktifan mereka dalam bertanya dan berbagi pandangan mengenai pengalaman perundungan yang kerap dianggap sepele, namun berpotensi menimbulkan dampak serius.
Untuk memperkuat pemahaman, kegiatan ini turut dilengkapi dengan sesi diskusi terbuka, kuis edukatif, serta simulasi peran (role play) yang menggambarkan situasi nyata di lingkungan sekolah. Metode ini dinilai efektif dalam membantu siswa memahami cara bersikap dan mengambil langkah yang tepat ketika menghadapi tindakan kekerasan atau perundungan.
Guru-guru pendamping mengapresiasi pendekatan yang digunakan oleh mahasiswa KKS-T karena mampu menyampaikan isu sensitif dengan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami oleh siswa.
Sementara itu, Kepala SMP Muhammadiyah Kwandang, Silvanova Mantulangi, S. Pd. M. Si, menyampaikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, sosialisasi semacam ini sangat relevan dengan kondisi sosial pelajar saat ini yang tidak lepas dari tantangan kekerasan, baik di lingkungan sekolah maupun di luar sekolah.
“Saya sangat mendukung kegiatan mahasiswa KKS-T Desa Moluo IAIN SMART. Kegiatan ini bermanfaat untuk membuka wawasan siswa tentang pentingnya menghargai diri sendiri dan orang lain, serta menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan bebas dari intimidasi,” ujarnya. (Admin/Rilis)

Komentar