Ekonomi Gerakan Sosial
Beranda / Gerakan Sosial / Desa Wunut Klaten Bagikan THR Rp250.000 untuk Seluruh Warga, Termasuk Bayi

Desa Wunut Klaten Bagikan THR Rp250.000 untuk Seluruh Warga, Termasuk Bayi

salah satu warga desa wunut klaten tersenyum semringah mendapat thr rp 250 ribu 1772701450160 169
Salah satu warga Desa Wunut, Klaten, tersenyum semringah mendapat THR Rp 250 ribu, Kamis (5/3/2026). Foto: detikJateng

JEJAKABAR.COM – Warga Desa Wunut, Kecamatan Tulung, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, merasakan kebahagiaan menjelang Lebaran setelah pemerintah desa membagikan Tunjangan Hari Raya (THR) kepada seluruh penduduk, termasuk anak-anak hingga bayi yang baru lahir.

Kepala Desa Iwan Sulistyo Setiawan mengatakan Pemerintah Desa Wunut membagikan THR kepada 2.341 warga dengan nilai Rp250.000 per orang.

Menurutnya, total anggaran yang digelontorkan untuk program tersebut mencapai sekitar Rp585.250.000.

Dana tersebut berasal dari keuntungan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang mengelola objek wisata air Umbul Pelem Waterpark.

“Tujuan pembagian THR memberikan bantuan secara langsung atau tunai ke semua warga Desa Wunut di momen Lebaran. Syarat penerima kepala keluarga atau salah satu anggota keluarga dalam satu KK, pengambilan membawa fotokopi KK,” kata Iwan, dikutip dari detikJateng, Senin (9/3/2026).

Bahlil Imbau Warga Kurangi Konsumsi Energi Secara Berlebihan

Kebijakan tersebut disambut antusias oleh warga. Pembagian THR dilakukan di kantor desa pada Kamis (5/3/2026).

Salah satu warga, Suwarti, mengaku senang karena keluarganya menerima THR untuk empat orang.

“Ya dapat THR Lebaran dari BUMDes. Keluarga saya dapat empat orang jadi total Rp1 juta karena satu orang dapat Rp250.000,” kata Suwarti dengan wajah berbinar.

Ia mengaku uang tersebut rencananya akan digunakan untuk membeli pakaian Lebaran.

“Buat beli baju, ya senanglah. Ya ini bagus sekali, pokoknya senang, sangat membantu,” ujarnya.

19 Ribu Rumah Direhab di Sumut, Benarkah Semua Gratis? Ini Penjelasan PKP

Warga lainnya, Wiyoto, mengatakan dirinya datang untuk mewakili tiga kepala keluarga dengan total delapan orang penerima.

“Saya membawakan tiga KK jadi Rp2 juta, jadi delapan orang. Syaratnya yang penting warga sini, bawa KK,” kata Wiyoto.

Ia berharap program tersebut dapat terus berlanjut di tahun-tahun mendatang.

“Semoga dapat terus lah, semoga rezeki dari umbul lancar-lancar, semua sehat. Ya sangat membantu,” katanya.

Kesuksesan program pembagian THR ini tidak lepas dari pengelolaan objek wisata air Umbul Pelem yang berada di Desa Wunut.

Tertangkap di Rumah Nenek, Pelaku Aniaya Panah Wayer di Gorontalo Ternyata Residivis

Objek wisata yang dikelola BUMDes sejak 2018 tersebut mampu menarik ratusan ribu wisatawan setiap tahunnya.

Data pengelola menunjukkan jumlah pengunjung pada 2018 mencapai 117.713 orang, kemudian meningkat menjadi 304.501 orang pada 2019.

Pada 2020 jumlah pengunjung sempat menurun menjadi 156.060 orang akibat pandemi COVID-19. Namun, kunjungan kembali meningkat menjadi 352.491 orang pada 2021 dan 508.008 orang pada 2022.

Tingginya jumlah wisatawan membuat pengelola memperoleh omzet hingga miliaran rupiah setiap tahun.

Umbul Pelem berada di jalur wisata Tegalgondo–Janti yang cukup strategis dan mudah dijangkau dari jalur utama Yogyakarta – Solo.

Pengunjung dapat menuju simpang tiga selatan Pasar Tegalgondo di Kecamatan Wonosari, Klaten, lalu mengambil arah menuju Janti. Setelah menempuh perjalanan sekitar enam kilometer, wisatawan akan menemukan gerbang objek wisata Umbul Pelem.

Area parkir yang luas juga tersedia untuk kendaraan pribadi hingga bus pariwisata.

Harga tiket masuk tergolong terjangkau, yakni Rp8.000 pada hari biasa dan Rp10.000 saat akhir pekan maupun libur nasional, dengan fasilitas kolam renang untuk dewasa dan anak-anak dengan kedalaman air yang berbeda. (Admin/rilis)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *