Berita Utama
Beranda / Berita Utama / Fakta Terkini Perang Iran vs Amerika Serikat-Israel

Fakta Terkini Perang Iran vs Amerika Serikat-Israel

perang as israel vs iran 1772335727295 169
Foto: Cover Topik/ Perang AS-Israel VS Iran/ Aristya Rahadian

JAKARTA — Perang antara Iran melawan Amerika Serikat dan Israel memasuki hari keempat pada Selasa (3/3/2026). Eskalasi konflik kian tak terkendali dengan rentetan serangan udara yang meluas ke sejumlah negara di kawasan Timur Tengah.

Dilansir dari CNN Indonesia, Israel kini mulai menargetkan kelompok milisi Hizbullah di Lebanon. Sementara itu, serangan juga dilaporkan mengenai wilayah Irak, Bahrain, Qatar, Uni Emirat Arab (UEA) hingga Siprus. Sejumlah kapal di Selat Hormuz turut menjadi sasaran gempuran.

Trump Klaim 48 Pemimpin Iran Tewas

Presiden AS Donald Trump mengeklaim operasi gabungan AS-Israel telah menewaskan 48 pemimpin Iran. Klaim itu disampaikan dalam wawancara dengan Fox News pada Minggu (1/3).

“Prosesnya berjalan dengan sangat cepat. Tidak ada yang percaya dengan kesuksesan yang kami raih, 48 pemimpin tewas sekaligus,” ucap Trump.

Chatbot Dinilai Mulai Bentuk Perilaku Egois Pengguna, Peneliti Stanford Ingatkan Bahaya Baru AI

Mahmoud Ahmadinejad Sempat Dikabarkan Tewas

Mantan Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad sempat dikabarkan tewas dalam serangan AS-Israel pada Sabtu. Laporan itu muncul dari media lokal Iran.

Namun, ajudan dekat Ahmadinejad membantah kabar tersebut pada Minggu (1/3). Ia menyatakan Ahmadinejad dalam kondisi baik meski mengalami luka.

Ia juga mengakui sebagian bangunan di kediaman Ahmadinejad terdampak serangan.

Kuwait Salah Tembak 3 Jet Tempur F-15 AS

Demo Nasional ‘No Kings’ di AS, Jutaan Warga Protes Gaya Kepemimpinan Otoriter Trump

Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) menyatakan tiga pesawat tempur F-15E Strike Eagle milik Washington secara keliru ditembak jatuh oleh sistem pertahanan militer Kuwait.

Dalam pernyataannya, CENTCOM menyebut seluruh enam awak pesawat berhasil melontarkan diri dengan selamat dan telah dievakuasi dalam kondisi stabil.

Militer Kuwait sebelumnya melaporkan sistem pertahanan udara mereka telah “menghadapi dan mencegat” sejumlah target di udara.

Iran Serang USS Abraham Lincoln

Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) pada Minggu (1/3) mengklaim menyerang kapal induk Amerika Serikat, USS Abraham Lincoln, menggunakan empat rudal balistik.

Meta & YouTube Disorot, Platform Dituding Buat Remaja Kecanduan dan Depresi

Media pemerintah Iran, Tasnim News Agency, melaporkan serangan tersebut merupakan bagian dari Operasi True Promise 4.

Iran menyatakan konflik kini memasuki fase baru dengan wilayah darat dan laut menjadi medan tempur terbuka.

Tiga Kapal Diserang di Selat Hormuz

Badan keamanan maritim Inggris (UKMTO) melaporkan tiga kapal menjadi sasaran serangan di Selat Hormuz pada Minggu (1/3).

Salah satu kapal terkena proyektil tak dikenal di lepas pantai Oman hingga ruang mesinnya terbakar. Kapal kedua juga mengalami kebakaran akibat proyektil, sementara kapal ketiga dilaporkan terkena ledakan saat berada di dekat Sharjah, UEA.

Pangkalan Inggris di Siprus Ikut Diserang

Perdana Menteri Inggris Keir Starmer pada Minggu (1/3) menyatakan mengizinkan pangkalan militer Inggris digunakan AS untuk menyerang Iran.

Sehari setelahnya, drone Shahed Iran dilaporkan menghantam pangkalan Angkatan Udara Kerajaan Inggris di Akrotiri, Siprus, menyebabkan kerusakan terbatas.

Inggris memiliki dua Area Pangkalan Berdaulat (SBA) di Siprus, yakni Akrotiri dan Dhekelia.

Eropa dan Negara Teluk Siap Hadapi Iran

Prancis, Jerman, dan Inggris mengeluarkan pernyataan bersama bahwa mereka siap mengambil langkah defensif melawan Iran demi membela kepentingan dan sekutu mereka di kawasan.

Sebelumnya, Arab Saudi, UEA, Qatar, Bahrain, Kuwait, dan Yordania juga menyatakan siap mengambil langkah yang diperlukan untuk menjaga keamanan wilayah mereka dari dampak serangan Iran.

Timur Tengah di Titik Genting

Eskalasi konflik yang meluas ke darat, laut, dan udara menempatkan kawasan Timur Tengah dalam situasi genting. Dengan keterlibatan banyak negara dan serangan lintas batas, perang Iran vs AS-Israel kini tak lagi sekadar konflik bilateral, melainkan berpotensi menjadi krisis regional besar.

Jika eskalasi terus berlanjut, dampaknya diperkirakan bukan hanya pada stabilitas geopolitik, tetapi juga pada ekonomi global, terutama jalur energi vital seperti Selat Hormuz. (Admin/Rilis)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *