Berita Utama Bisnis
Beranda / Bisnis / Harga Emas Dunia Anjlok 2,5 Persen, Tertekan Penguatan Dollar AS dan Kekhawatiran Inflasi

Harga Emas Dunia Anjlok 2,5 Persen, Tertekan Penguatan Dollar AS dan Kekhawatiran Inflasi

69746660a9c7c
Ilustrasi emas. (Freepik)

JEJAKABAR.COM – Harga emas dunia mengalami penurunan tajam pada perdagangan Senin (9/3/2026) waktu setempat atau awal perdagangan Asia. Pelemahan ini dipicu oleh penguatan dollar AS serta meningkatnya kekhawatiran terhadap inflasi akibat lonjakan harga energi.

Dilansir dari Kompas.com yang mengutip Reuters, harga emas di pasar spot turun 2,5 persen menjadi 5.041,89 dollar AS per ons. Sementara itu, kontrak emas berjangka Amerika Serikat untuk pengiriman April juga melemah 2,1 persen ke level 5.049,40 dollar AS per ons.

Penguatan US Dollar menjadi salah satu faktor utama yang menekan harga emas. Saat nilai dollar meningkat, harga emas menjadi lebih mahal bagi investor yang menggunakan mata uang lain, sehingga minat terhadap logam mulia tersebut cenderung menurun.

Kepala Strategi Komoditas Global TD Securities, Bart Melek, mengatakan kenaikan imbal hasil obligasi dan penguatan dollar AS biasanya berdampak langsung terhadap pergerakan harga emas.

“Kenaikan imbal hasil obligasi dan dollar AS biasanya menekan minat investor terhadap emas, apalagi di tengah kekhawatiran inflasi akibat harga energi yang tinggi,” ujar Melek.

Bahlil Imbau Warga Kurangi Konsumsi Energi Secara Berlebihan

Dari sisi geopolitik, pasar global juga dipengaruhi meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah. Pada hari yang sama, Iran menunjuk Mojtaba Khamenei sebagai pengganti Ali Khamenei untuk menjabat sebagai pemimpin tertinggi di Iran.

Penunjukan tersebut dinilai mempertegas dominasi kelompok garis keras di negara tersebut, yang berpotensi menambah ketidakpastian global, terutama terkait stabilitas pasokan energi dunia.

Dari sisi kebijakan moneter, investor juga menanti keputusan bank sentral Amerika Serikat, Federal Reserve atau The Fed, yang tengah menggelar pertemuan dua hari dan dijadwalkan berakhir pada 18 Maret mendatang.

Berdasarkan data alat FedWatch milik CME Group, pelaku pasar memperkirakan The Fed akan mempertahankan suku bunga acuannya. Peluang bank sentral menahan suku bunga hingga Juni 2026 kini diperkirakan mencapai lebih dari 51 persen, meningkat dari pekan sebelumnya yang berada di bawah 43 persen.

Tidak hanya emas, sejumlah logam mulia lainnya juga mengalami penurunan harga pada perdagangan global.

19 Ribu Rumah Direhab di Sumut, Benarkah Semua Gratis? Ini Penjelasan PKP

Harga perak di pasar spot turun 4 persen menjadi 80,99 dollar AS per ons. Sementara itu, platinum melemah 3,8 persen ke level 2.054,65 dollar AS per ons, dan paladium turun 2,1 persen menjadi 1.590,32 dollar AS per ons. (Admin/rilis)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *