Berita Utama Daerah
Beranda / Daerah / Hilang Tanpa Kabar, Ini Alasan Wanita Gorontalo Ditemukan di Makassar

Hilang Tanpa Kabar, Ini Alasan Wanita Gorontalo Ditemukan di Makassar

oplus 131072
Oplus_131072

Jejakabar.com Gorontalo – Wanita asal Gorontalo yang viral baru-baru ini di jagat media sosial menemukan titik terang. Sang Ayah akhirnya dapat memeluk putri tercinta setelah ditemukan oleh pihak kepolisian di Perumahan Gowaria Sudiang, Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar, Minggu dini hari (14/3).

Siti Sahida Sahari (28 tahun), wanita asal Kota Gorontalo yang dilaporkan hilang oleh orang tuanya, ditemukan selamat oleh pihak kepolisian Kota Makassar.

“Gadis tersebut sudah dipertemukan dengan orang tuanya,” kata Kasi Humas Polrestabes Makassar, Kompol Wahiduddin.

Kabar hilangnya Siti sudah sejak bulan September 2025 lalu, pihak keluarga khawatir dan melaporkan kehilangan anaknya saat nomor ponsel tidak aktif dan putus komunikasi.

Sudah berbagai macam cara dilakukan pihak keluarga demi mencari keberadaan sang anak. Bahkan Hamzah Sahari (71 tahun), ayah siti terbang langsung dari Gorontalo ke Makassar untuk mencari keberadaan anak sulungnya tersebut.

Bahlil Imbau Warga Kurangi Konsumsi Energi Secara Berlebihan

Dari adanya laporan hilang tersebut, kami langsung mencari dan berhasil menemukannya,” sambungnya.

Wahid pun menjelaskan alasan Siti tidak bisa dihubungi. Usut punya usut, kabar hilangnya Siti memang di sengaja, karena pihak keluarga akan menjodohkan putri sulungnya dengan seorang pria di kampung halaman.

“Infonya akan dijodohkan, tapi dia tidak mau. Makanya dia memutuskan mematikan semua handphone-nya agar tidak bisa lagi ditelepon keluarganya. Dia masih mau bekerja di Makassar,” jelasnya.

Setelah ditemukan, kepolisian memberikan nasihat dan penjelasan kepada Siti. Alhasil, Siti menerima dan bersedia pulang kampung bersama bapaknya, Hamzah.

“Saat ini, Siti sudah mau dibawa pulang oleh orang tuanya ke Gorontalo,” tandasnya.

19 Ribu Rumah Direhab di Sumut, Benarkah Semua Gratis? Ini Penjelasan PKP

Berdasarkan cerita dari sang ayah, Siti adalah anak pertama dari dua bersaudara dan merupakan lulusan sarjana keperawatan. Meski memiliki latar belakang pendidikan kesehatan, Siti memilih bekerja di luar bidang keahliannya demi memenuhi kebutuhan hidup sendiri.

Pada April 2025, Siti melamar kerja di sebuah gerai makanan cepat saji di Gorontalo dan bersaing dengan ratusan pelamar. Ia terpilih dan berangkat ke Makassar bersama sembilan orang lainnya untuk mengikuti pelatihan.

“Awalnya ada sekitar sepuluh orang yang berangkat dari Gorontalo untuk training di Makassar. Setelah seleksi, hanya empat orang yang dinyatakan lulus, termasuk anak saya. Enam orang lainnya kembali ke Gorontalo,” kata Hamzah.

Siti pun menduduki posisi manajer di gerai tersebut. Pada awal masa kerjanya, komunikasi dengan keluarga di Gorontalo berjalan lancar.

Namun komunikasi mulai terganggu ketika Siti menyampaikan ada seorang pria yang ingin melamarnya. Namun, Siti mengaku belum siap menikah dan ingin fokus meniti karier.

Pamer Cuan MBG 6 Juta Sehari, Joget Viral Hendrik Irawan Berujung Dapur SPPGnya Ditutup

“Dia bilang ada laki-laki yang ingin melamar dan bahkan ingin datang ke Gorontalo,” tandas sang Ayah. (Rilis/Redaksi)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *