Daerah
Beranda / Daerah / KAMMI Gorontalo Kecam Aksi Pelecehan Mahasiswi

KAMMI Gorontalo Kecam Aksi Pelecehan Mahasiswi

whatsapp image 2026 02 26 at 06.25.12
Korps Muslimah Kammi Gorontalo bersama kuasa hukum saat dampingi korban di Polda Gorontalo (foto: istimewa)

JEJAKABAR.COM-Korps Muslimah KAMMI (Komaki) Gorontalo mengutuk dugaan tindak kekerasan dan pelecehan terhadap mahasiswi sekaligus kader dari organisasi berlambang bola dunia yang digenggam, dan dikelilingi bunga mawar tersebut yang terjadi di Desa Tolitehuyu, Kecamatan Monano, Kabupaten Gorontalo Utara.

Berdasarkan keterangan korban, telah terjadi tindakan fisik yang tidak senonoh disertai kekerasan yang mengakibatkan korban mengalami luka dan memar. Kejadian terjadi tepat saat korban hendak pulang menuju desa tempat pengabdiannya.

Ade Stirman Ketua Komaki Gorontalo menyatakan berdiri bersama korban dan memberikan pendampingan secara moral serta mengawal proses hukum yang sedang ditempuh. “Kami menegaskan bahwa segala bentuk kekerasan dan pelecehan terhadap perempuan tidak dapat ditoleransi dalam kondisi apa pun,” tegasnya saat dimintai keterangan.

“Alhamdulillah kita juga terus mengawal korban agar mendapatkan kepastian hukum, bersama kuasa hukum sudah melaporkan kejadian pelecehan ini ke Polda Gorontalo,” jelas Ade.

Bersamaan dengan itu, Ade mengatakan KAMMI mendesak aparat penegak hukum agar menangani perkara ini secara profesional, transparan, dan berkeadilan, serta memastikan pelaku mempertanggungjawabkan perbuatannya sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Pamer Cuan MBG 6 Juta Sehari, Joget Viral Hendrik Irawan Berujung Dapur SPPGnya Ditutup

Menurutnya, kasus ini bukan hanya persoalan individu, melainkan persoalan keamanan perempuan di ruang publik. Oleh karena itu, KAMMI juga mendorong adanya evaluasi keamanan dari pihak kepolisian khususnya di daerah-daerah rawan seperti jalanan sepi agar peristiwa serupa tidak terulang kembali.

“Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menghentikan praktik victim blaming dan bersama-sama menciptakan ruang publik yang aman, bermartabat, dan berkeadilan bagi perempuan,” tandasnya.

​Ketua Korps Muslimah KAMMI Gorontalo juga menegaskan bahwa pihaknya akan terus mengawal kasus ini hingga korban mendapatkan keadilan yang seutuhnya. Menurutnya, tindakan pelecehan seksual tidak hanya melukai fisik, tetapi juga meninggalkan trauma mendalam bagi psikis mahasiswi yang tengah menempuh pendidikan tersebut.


​Selain mendesak proses hukum, KAMMI juga mengajak seluruh elemen masyarakat dan pihak kampus untuk lebih proaktif dalam menciptakan lingkungan yang aman bagi perempuan. Mereka berharap instansi terkait segera menerapkan langkah preventif agar kejadian serupa di Desa Tolitehuyu tidak terulang kembali di masa mendatang.

Waspada Tindak Kriminal di Gorontalo, Kapolda Imbau Warga Manfaatkan Call Center 110

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *