Berita Utama Kriminal
Beranda / Kriminal / Ledakan di Fasilitas UNIFIL Libanon Kembali Lukai Tiga Prajurit TNI

Ledakan di Fasilitas UNIFIL Libanon Kembali Lukai Tiga Prajurit TNI

1467184 720
Force Commander (FC)/Head of Mission UNIFIL Mayor Jenderal Diodato Abagnara (kiri), memberikan penghormatan terakhir pada upacara pelepasan dan penghormatan tiga jenazah prajurit TNI yang tergabung dalam misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) di Hanggar Lebanese Air Force, Beirut, Lebanon, 2 April 2026. Antara/Satgas Yonmek TNI Kontingen Garuda (Konga) XXIII-S/UNIFIL

JejaKabar.com – Tiga prajurit TNI yang tengah bertugas sebagai pasukan perdamaian dalam misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) kembali menjadi korban dalam insiden ledakan di fasilitas PBB di dekat El Adeisse, Lebanon Selatan, Jumat petang (3/4/2026).

Juru Bicara UNIFIL, Kandice Ardiel, menyampaikan bahwa ledakan tersebut melukai tiga peacekeeper asal Indonesia, dengan dua di antaranya mengalami luka serius. Ketiganya telah dievakuasi ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan intensif.

“Kami belum mengetahui asal-usul ledakan tersebut,” ujar Ardiel melalui pernyataan resmi yang disampaikan Pusat Informasi PBB di Indonesia (UNIC), dikutip dari Antara.

“Pekan ini menjadi masa yang sangat berat bagi pasukan penjaga perdamaian di wilayah operasi UNIFIL. Kami berharap seluruh korban segera pulih.”

UNIFIL kembali mengingatkan semua pihak di wilayah konflik untuk memastikan keselamatan personel penjaga perdamaian serta menghindari aktivitas militer di dekat area operasi.

Gugatan MBG Mengemuka di MK, Pemohon Soroti Dugaan Penyalahgunaan Kewenangan Fiskal

Insiden ini menambah daftar duka bagi Indonesia. Dalam sepekan terakhir, tiga prajurit TNI gugur di Lebanon dalam rangka tugas perdamaian.

Praka Farizal Rhomadhon gugur akibat tembakan artileri di sekitar posisi Kontingen Garuda di dekat Adchit Al Qusayr pada Minggu (29/3/2026).

Kapten (Inf) Zulmi Aditya Iskandar dan Sesan Satu Muhammad Nur Ichwan gugur sehari setelahnya dalam serangan terhadap konvoi yang mereka kawal.

Hingga kini, belum ada kepastian mengenai pihak yang bertanggung jawab atas serangkaian serangan terhadap prajurit Indonesia tersebut. PBB telah memastikan bahwa penyelidikan sedang berlangsung dan hasilnya akan diumumkan dalam waktu dekat.

Situasi keamanan di Lebanon terus memburuk sejak 2 Maret 2026, ketika Hizbullah meluncurkan roket ke Israel sebagai respons atas serangan Amerika Serikat–Israel yang menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatullah Ali Khamenei.

JK Tempuh Jalur Hukum, Bantah Tudingan Pendanaan Kasus Ijazah Jokowi

Serangan balasan Israel kemudian terjadi secara masif di seluruh Lebanon, termasuk invasi darat di wilayah selatan. Ribuan serangan udara dilaporkan menghantam berbagai titik, bahkan sebelum pecahnya perang terbaru ini.

Dalam laporan otoritas Lebanon, 1.368 orang tewas dalam sebulan terakhir, mayoritas merupakan warga sipil.

UNIFIL menegaskan pentingnya menjaga keselamatan pasukan penjaga perdamaian yang bertugas netral, serta mendesak seluruh pihak yang berkonflik untuk menghentikan serangan di sekitar area penugasan internasional. (Admin)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *