Jejakabar.com, Medan – Ribuan warga Kota Medan menggelar pawai obor dalam rangka menyambut Bulan Suci Ramadan 1447 Hijriah, Sabtu (14/2/2026) malam. Tradisi tahunan tersebut dipusatkan di kawasan Masjid Raya Al Mashun, Kecamatan Medan Maimun, yang dikenal sebagai simbol spiritual masyarakat Sumatera Utara.
Sejak usai salat Magrib, masyarakat mulai memadati kawasan Jalan Masjid Raya. Kegiatan yang mengusung tema “Lekas Pulih Sumatera” ini diikuti oleh 96 elemen pendukung dari berbagai organisasi dan komunitas di Medan.
Ketua panitia, Taufik Ismail, menyampaikan bahwa tema yang diangkat bukan hanya ditujukan bagi Kota Medan, tetapi juga sebagai doa bagi wilayah Sumatera yang beberapa waktu terakhir dilanda berbagai musibah.
“Tema ini bukan hanya untuk kepentingan Medan semata, melainkan doa untuk Sumatera agar lekas pulih,” ujarnya.
Cahaya obor yang dinyalakan serentak menciptakan suasana religius sekaligus mempererat kebersamaan masyarakat. Pawai ini tidak hanya menjadi tradisi tahunan, tetapi juga dimaknai sebagai bentuk syiar Islam dan refleksi sosial menjelang bulan suci Ramadan.
Dalam sambutan dan orasi yang disampaikan di hadapan peserta, panitia dan tokoh masyarakat turut menyerukan pentingnya menjaga generasi muda dari berbagai ancaman sosial.
“Mari sama-sama kita berantas tawuran, narkoba, dan berbagai perilaku negatif lainnya. Saya ingin anak-anak Medan semuanya sukses,” tegas salah satu perwakilan.
Seruan tersebut disambut antusias peserta yang berharap Ramadan menjadi momentum perubahan moral dan sosial, khususnya bagi kalangan remaja.
Sementara itu, perwakilan dari FUI Amanar Sumatera Utara, Haswin, mengajak seluruh organisasi kemasyarakatan di Medan untuk memperkuat persatuan di tengah tantangan zaman. Menurutnya, perkembangan sosial dan dinamika global berpotensi memecah belah umat jika tidak dihadapi dengan sinergi bersama.
“Kita berharap seluruh ormas di Medan dapat bersatu dalam berbagai persepsi dan langkah. Tantangan zaman hari ini sangat besar dan menyasar seluruh umat Islam,” ujarnya.

Pawai obor berlangsung tertib dan khidmat. Meski sempat diguyur hujan lebat, semangat masyarakat untuk menyambut Ramadan tidak surut. Aparat keamanan bersama panitia turut mengawal jalannya kegiatan guna memastikan situasi tetap kondusif.
Bagi masyarakat Medan, tradisi pawai obor bukan sekadar seremoni menyambut Ramadan, melainkan simbol harapan agar Sumatera, khususnya Medan, mampu bangkit dari berbagai persoalan sosial serta melahirkan generasi muda yang berakhlak, berprestasi, dan bersatu.
Ramadan 1447 Hijriah pun disambut dengan cahaya obor yang bukan hanya menerangi jalan, tetapi juga menyalakan semangat perubahan bagi seluruh masyarakat. (Admin/Rilis)

Komentar