JEJAKABAR.COM, POHUWATO — Intensitas hujan yang tinggi kembali membawa duka bagi warga di wilayah barat Provinsi Gorontalo, tepat di tengah pelaksanaan ibadah puasa Ramadhan 1447 Hijriah. Sabtu (7/3/2026), Dusun Kapali, Desa Hulawa, Kecamatan Buntulia, Kabupaten Pohuwato, diterjang banjir akibat luapan sungai yang merusak tanggul penahan air jebol.
Berdasarkan pantauan di lapangan, debit air meningkat dengan cepat dan mulai merendam pemukiman warga serta akses jalan utama di dusun tersebut. Air berwarna kecokelatan terlihat membawa material lumpur, menandakan kuatnya arus dari wilayah hulu yang tidak lagi mampu terbendung oleh infrastruktur penahan air yang ada.
Sejumlah warga menyebutkan, banjir kali ini dipicu oleh kerusakan pada struktur tanggul yang selama ini berfungsi menahan aliran air dari arah hulu. “Banjir lagi di Kapali. Jebol yang dari sana, dari tanggul,” ujar salah seorang warga dalam rekaman visual yang beredar di tengah masyarakat.
Peristiwa ini disebut bukan yang pertama terjadi. Warga Dusun Kapali mengaku banjir serupa kerap berulang, setiap kali musim penghujan dengan intensitas tinggi melanda dusun tersebut. Ketika tanggul tidak mampu menahan tekanan air, luapan air langsung mengarah ke kawasan pemukiman tanpa penghalang yang memadai.
Hingga berita ini dinaikkan, tidak adanya laporan mengenai korban jiwa. Namun kerugian material diperkirakan cukup signifikan karena sejumlah rumah warga dilaporkan terendam air dengan ketinggian yang bervariasi.
Sebagian warga bahkan terpaksa menyelamatkan barang-barang berharga mereka ke tempat yang lebih tinggi untuk menghindari kerusakan akibat genangan air.
Masyarakat berharap pemerintah daerah, khususnya melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pohuwato, dapat segera turun tangan menangani kondisi tersebut.
Selain bantuan logistik darurat bagi warga terdampak, warga juga meminta adanya langkah penanganan permanen terhadap tanggul yang jebol agar bencana serupa tidak terus berulang.

Komentar