Jejakabar.com Pohuwato – Sukacita malam takbiran di Desa Sukamakmur, Kecamatan Patilanggio, Kabupaten Pohuwato, berubah menjadi duka mendalam pada Jumat malam (20/3/2026). Seorang petani lanjut usia, Suleman Anwar (73), mengembuskan napas terakhir setelah api menghanguskan rumahnya sekitar pukul 22.30 Wita.
Kapolsek Patilanggio, Ipda Yudi Srita Salim, mengonfirmasi bahwa korban tak sempat menyelamatkan diri saat api melalap bangunan berbahan kayu tersebut.
Peristiwa memilukan ini bermula saat seorang saksi yang tengah menjaga cucunya mendengar teriakan minta tolong sebanyak dua kali. Saksi yang berada di rumah anaknya—hanya berjarak tujuh meter dari lokasi—langsung bergegas keluar untuk memastikan sumber suara.
“Begitu saksi keluar, ia melihat api sudah membubung tinggi dan membakar rumah milik korban. Saksi kemudian berteriak meminta bantuan warga sekitar,” ujar Ipda Yudi pada Sabtu (21/3/2026).
Sementara itu warga yang mendengar kepanikan tersebut segera datang membawa peralatan seadanya untuk memadamkan api. Namun, material dinding papan membuat si jago merah merambat dengan sangat cepat dan sulit terkendali.
Setelah berjibaku melawan api, warga akhirnya berhasil memadamkan kebakaran tersebut. Nahas, mereka menemukan tubuh Suleman sudah dalam kondisi meninggal dunia dengan luka bakar serius di dalam reruntuhan rumahnya.
Pihak kepolisian yang tiba di lokasi segera membantu proses evakuasi, melakukan pendataan, dan mengumpulkan keterangan dari para saksi. Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) sementara, kerugian material akibat kebakaran ini mencapai Rp30 juta.
“Keluarga korban menolak prosedur autopsi dan memilih untuk langsung memakamkan jenazah pada malam yang sama,” tambah Yudi.
Hingga saat ini, polisi masih terus menyelidiki penyebab pasti munculnya api yang menghanguskan rumah petani tersebut.

Komentar