Jejakabar.com, YOGYAKARTA – Di tengah ketatnya persaingan ribuan atlet dari berbagai daerah dan negara, seorang atlet muda asal Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo, berhasil membawa pulang kebanggaan bagi daerahnya.
Ia adalah Rifka Jumriani Antu, siswi kelas XI Pesantren Tahfidz Qur’an Terpadu Al Hikmah Putri Cirebon yang sukses meraih medali perunggu pada nomor Kyorugi Junior Under 52 Kilogram Putri dalam ajang International 2nd Gelora Taekwondo Indonesia Championship 2026.
Kejuaraan internasional yang berlangsung di GOR Universitas Negeri Yogyakarta pada 19 hingga 21 Juni 2026 itu menjadi salah satu turnamen taekwondo terbesar tahun ini dengan mengusung tema “Welcome to the Jungle”. Sebanyak sekitar 3.000 atlet dari berbagai provinsi di Indonesia serta sejumlah negara seperti Malaysia, Korea Selatan, Singapura, hingga Australia turut ambil bagian dalam kompetisi bergengsi tersebut.
Di tengah persaingan sengit melawan atlet-atlet terbaik dari dalam dan luar negeri, Rifka mampu menunjukkan kualitas, mental bertanding, serta kemampuan teknik yang membawanya berdiri di podium juara dan mempersembahkan medali bagi Gorontalo.
Bagi sebagian orang, medali perunggu mungkin hanya terlihat sebagai pencapaian biasa. Namun bagi Rifka, medali tersebut merupakan buah dari kerja keras, disiplin, latihan yang konsisten, serta semangat pantang menyerah yang telah ia bangun selama bertahun-tahun.
Prestasi di Yogyakarta itu bukanlah pencapaian pertama bagi putri pasangan Imam Dairozi, S.S dan Nurlaila Ahmad, M.Pd tersebut. Sebelum menorehkan prestasi di level internasional, Rifka telah mengumpulkan sejumlah penghargaan pada berbagai kejuaraan taekwondo tingkat regional maupun nasional.
Pada Kejuaraan Taekwondo Championship Series yang berlangsung pada 4 hingga 6 Juli 2025, Rifka berhasil meraih medali emas sekaligus Juara I pada ajang Piala Ketua Umum KONI Pusat.
Tak lama berselang, ia kembali menunjukkan konsistensinya dengan meraih medali perak atau Juara II pada Kejuaraan Taekwondo Piala Mendagri Cup 2025 yang berlangsung di GOR Ciracas, Jakarta Timur, pada 22 hingga 24 Agustus 2025.
Prestasi berikutnya datang pada Kejuaraan Taekwondo Piala Kejaksaan Negeri Kabupaten Cirebon yang digelar pada 11 Oktober 2025, di mana Rifka kembali sukses membawa pulang medali perak.
Memasuki tahun 2026, perjalanan prestasinya terus berlanjut. Dalam ajang LAW Universitas Diponegoro Taekwondo Championship yang memperebutkan Piala Mahkamah Agung Republik Indonesia pada 17 hingga 19 April 2026, Rifka kembali meraih Juara II dan menambah koleksi medalinya di tingkat nasional.
Puncaknya, pada Juni 2026, Rifka berhasil menembus podium internasional dengan meraih medali perunggu dalam International 2nd Gelora Taekwondo Indonesia Championship 2026 di Yogyakarta.
Tak hanya berprestasi di cabang taekwondo, Rifka juga dikenal aktif dan berprestasi dalam cabang olahraga atletik, khususnya lomba lari. Kemampuan tersebut menunjukkan bahwa dirinya merupakan atlet muda yang memiliki daya juang tinggi, disiplin, serta kemampuan fisik yang mumpuni di berbagai bidang olahraga.
Di lingkungan keluarga dan sekolah, Rifka dikenal sebagai sosok yang tekun, rendah hati, dan tidak mudah menyerah. Dukungan penuh dari kedua orang tuanya menjadi salah satu kekuatan terbesar dalam perjalanan karier olahraganya.
Sang ibu, Nurlaila Ahmad, M.Pd, yang juga berprofesi sebagai pendidik, bersama ayahnya, Imam Dairozi, S.S, terus memberikan motivasi dan dukungan agar Rifka mampu mengembangkan potensi yang dimilikinya.
Prestasi Rifka menjadi bukti bahwa generasi muda Gorontalo memiliki kemampuan untuk bersaing di tingkat nasional hingga internasional apabila mendapatkan pembinaan, kesempatan, serta dukungan yang memadai.
Medali perunggu yang kini menghiasi perjalanan kariernya mungkin hanya sebuah awal. Sebab, setiap atlet besar selalu memulai langkahnya dari satu pertandingan, satu kemenangan, dan satu keyakinan bahwa mimpi besar layak untuk diperjuangkan.
Dari Suwawa, Kabupaten Bone Bolango, nama Rifka Jumriani Antu kini mulai dikenal di panggung taekwondo internasional. Dan bukan tidak mungkin, di masa depan, prestasi yang lebih tinggi akan kembali lahir dari tangan putri Gorontalo ini. (Admin)

Komentar