Mahasiswa Boltara Keluhkan Kondisi Asrama di Limboto, Butuh Perhatian Pemerintah - jejakabar.com
Gerakan Sosial Organisasi
Beranda / Organisasi / Mahasiswa Boltara Keluhkan Kondisi Asrama di Limboto, Butuh Perhatian Pemerintah

Mahasiswa Boltara Keluhkan Kondisi Asrama di Limboto, Butuh Perhatian Pemerintah

whatsapp image 2026 08 05 at 15.24.01
Kader KPMIBU Cabang Limboto, Erick Oli'i

Jejakabar.com, Gorontalo – Kondisi Asrama Mahasiswa Bolaang Mongondow Utara (Boltara) di Kecamatan Limboto, Kabupaten Gorontalo, dikeluhkan para mahasiswa.

Bangunan yang telah berdiri sekitar 12 tahun itu dinilai mulai mengalami berbagai kerusakan dan membutuhkan perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Utara.

Keluhan tersebut disampaikan Kader KPMIBU Cabang Limboto, Erick Oli’i. Ia mengatakan, sejumlah fasilitas di asrama sudah tidak lagi layak digunakan dan hingga kini belum mendapat perbaikan.

Menurut Erick, kerusakan terlihat di sejumlah bagian bangunan, mulai dari dinding yang mulai retak, jendela depan yang copot, hingga kondisi kamar mandi dan toilet di asrama putra yang terbengkalai.

“Banyak fasilitas yang sudah rapuh dan perlu segera diperbaiki. Seng di kamar paling belakang sudah rusak, beberapa jendela depan sudah copot, kemudian WC di asrama putra juga sudah lama tidak berfungsi dengan baik,” ujar Erick Kamis 30 Juli 2026

Tujuh Kantor Pemerintah di Puncak Papua Tengah Dibakar, Dana Desa Diduga Jadi Pemicu

Ia menilai kondisi tersebut dapat mengganggu kenyamanan mahasiswa yang menempati asrama selama menjalani pendidikan di Gorontalo.

Selain kerusakan bangunan, Erick juga menyoroti minimnya pengawasan terhadap aset asrama.

Menurutnya, penjaga asrama dinilai belum maksimal menjalankan tugas sehingga beberapa persoalan terus berulang.

Ia mengaku perawatan lingkungan, seperti pemotongan rumput, hanya dilakukan sekitar dua hingga tiga bulan sekali.

(ketum pw kammi sulut & ketum pw kammi gorontalo)
Kondisi Asrama Mahasiswa Bolaang Mongondow Utara (Boltara) di Kecamatan Limboto. F:Istimewah

Tidak hanya itu, kata dia, sejumlah fasilitas di dalam asrama juga pernah hilang akibat pencurian.

7.000 Liter Solar Bersubsidi Diangkut Lima Pick Up, Polisi Ungkap Dugaan Tujuan ke Lokasi PETI di Buntulia

Salah satu barang yang hilang adalah dispenser yang berada di asrama putra maupun asrama putri.

Peristiwa itu terjadi saat masa libur kuliah ketika sebagian besar penghuni pulang ke daerah asal.

“Karena dispenser hilang saat libur, kami akhirnya patungan membeli dispenser baru. Namun baru mampu membeli satu unit dan dipasang di asrama putri,” katanya

Menurut Erick, kejadian tersebut menunjukkan perlunya pengawasan yang lebih intensif agar aset pemerintah tidak kembali hilang.

Asrama Mahasiswa Bolaang Mongondow Utara di Limboto diketahui dihuni mahasiswa yang berasal dari berbagai perguruan tinggi di Gorontalo.

HUT ke-27 PP Polri, Wakapolda Gorontalo: Semangat Pengabdian Tak Pernah Purna

Sebagian besar penghuni merupakan mahasiswa Universitas Gorontalo, sementara sebagian lainnya berasal dari Universitas Islam Negeri Sultan Amai Gorontalo.

Setiap penghuni hanya dikenakan iuran sebesar Rp50 ribu per bulan sebagai biaya operasional.

Dengan biaya yang relatif ringan tersebut, asrama menjadi salah satu pilihan tempat tinggal bagi mahasiswa asal Bolaang Mongondow Utara yang menempuh pendidikan di Gorontalo.

Selain berfungsi sebagai tempat tinggal, asrama juga menjadi wadah berkumpul serta mempererat hubungan kekeluargaan antarmahasiswa perantauan asal Boltara.

Bangunan asrama tersebut dibangun pada masa kepemimpinan Bupati Hamdan Datunsolang sebagai bentuk dukungan pemerintah daerah terhadap mahasiswa yang melanjutkan pendidikan di luar daerah.

Namun, menurut Erick, setelah lebih dari satu dekade digunakan, hingga kini belum terlihat adanya program perawatan maupun rehabilitasi bangunan secara menyeluruh.

Padahal, beberapa bagian bangunan sudah mulai mengalami kerusakan yang berpotensi membahayakan penghuni apabila tidak segera ditangani.

Ia berharap Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Utara dapat memberikan perhatian lebih terhadap kondisi asrama tersebut.

Menurutnya, pemerintah perlu melakukan pengecekan rutin, memperbaiki fasilitas yang rusak, sekaligus meningkatkan pengawasan terhadap aset-aset yang berada di lingkungan asrama.

“Harapan kami pemerintah bisa turun langsung melihat kondisi asrama. Jangan sampai kerusakannya semakin parah. Kami ingin tempat tinggal yang aman, nyaman, dan layak untuk mahasiswa Boltara yang sedang menempuh pendidikan di Gorontalo,” ujarnya.

Ia menambahkan, keberadaan asrama merupakan bentuk subsidi pemerintah daerah bagi mahasiswa.

Karena itu, keberlangsungan fungsi asrama perlu dijaga melalui pemeliharaan berkala agar tetap menjadi tempat tinggal yang nyaman bagi generasi mahasiswa Boltara di masa mendatang.

Hingga berita ini disusun, belum ada keterangan resmi dari Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Utara terkait keluhan mahasiswa mengenai kondisi asrama tersebut. (rilis/admin)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

×
×