UIN Sultan Amai Resmi Berdiri, Wahyu Putra: Jangan Berhenti di Perubahan Nama - jejakabar.com
Daerah Pendidikan
Beranda / Pendidikan / UIN Sultan Amai Resmi Berdiri, Wahyu Putra: Jangan Berhenti di Perubahan Nama

UIN Sultan Amai Resmi Berdiri, Wahyu Putra: Jangan Berhenti di Perubahan Nama

wa 1785149293985
Sumber foto: Istimewa

Jejakabar.com, Gorontalo — Transformasi IAIN Sultan Amai Gorontalo menjadi Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Amai Gorontalo mendapat perhatian dari mantan Presiden Mahasiswa IAIN Sultan Amai Gorontalo tahun 2025, Wahyu Putra Mohamad.

Wahyu menyebut perubahan status tersebut sebagai tonggak bersejarah bagi pendidikan tinggi Islam di Gorontalo. Terbitnya Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 48 Tahun 2026 tentang UIN Sultan Amai Gorontalo dinilainya membuka babak baru bagi kampus tersebut.

Namun, Wahyu mengingatkan bahwa perubahan status harus dibarengi dengan peningkatan kualitas.

Menurutnya, menjadi universitas tidak cukup hanya dengan perubahan nomenklatur. Status baru tersebut harus diikuti dengan pembenahan dan peningkatan mutu di berbagai sektor, mulai dari pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat hingga tata kelola perguruan tinggi.

“Perubahan status dari IAIN menjadi UIN bukan sekadar perubahan nomenklatur, tetapi juga membawa tanggung jawab besar dalam meningkatkan kualitas pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta tata kelola perguruan tinggi,” kata Wahyu.

Resmi Berubah Status, IAIN Sultan Amai Gorontalo Kini Menjadi UIN Sultan Amai Gorontalo

Ia juga memberikan apresiasi kepada seluruh pihak yang selama ini terlibat dalam proses transformasi IAIN Sultan Amai Gorontalo, baik pemerintah, Kementerian Agama, pimpinan kampus, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa maupun alumni.

Dorong Perluasan Program Studi

Wahyu berharap status baru tersebut dapat dimanfaatkan untuk memperluas ruang pengembangan akademik di UIN Sultan Amai Gorontalo.

Menurutnya, momentum ini dapat menjadi kesempatan untuk memperkuat integrasi antara ilmu agama dan ilmu umum, memperluas program studi, meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, serta mencetak lulusan yang mampu bersaing di tingkat nasional dan internasional.

Ia juga mengajak mahasiswa dan seluruh sivitas akademika untuk mengambil bagian dalam perjalanan baru tersebut.

Berakhir dengan Selamat, Tiga Warga Taliabu Dipulangkan Usai Insiden Hanyut di Perairan Gorontalo

Bagi Wahyu, transformasi kelembagaan harus dibarengi dengan perubahan budaya akademik agar UIN Sultan Amai Gorontalo mampu beradaptasi dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

“Mari kita jadikan momentum ini sebagai langkah bersama untuk membawa UIN Sultan Amai Gorontalo menjadi perguruan tinggi Islam yang maju, berdaya saing, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah maupun bangsa,” ujarnya.

Wahyu menegaskan, status UIN adalah awal dari tanggung jawab baru, bukan akhir dari sebuah perjuangan. Ke depan, keberhasilan transformasi tersebut akan ditentukan oleh sejauh mana perubahan status mampu menghasilkan peningkatan kualitas dan kontribusi nyata bagi masyarakat.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

×
×