Jejakabar.com, POHUWATO — Bencana longsor terjadi di kawasan Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) DAM, Desa Hulawa, Kecamatan Buntulia, Kabupaten Pohuwato, Gorontalo, Rabu (12/8/2026) sore.
Longsor terjadi ketika aktivitas penambangan masih berlangsung. Material tanah dari tebing di sekitar lokasi tiba-tiba bergerak dan menimbun sejumlah pekerja yang berada di kawasan tersebut.
Proses pencarian dan evakuasi kemudian dilakukan oleh warga dan pihak terkait. Kondisi medan yang sulit diakses menjadi salah satu kendala dalam upaya menemukan seluruh korban.
Hingga Kamis (13/8/2026), sejumlah korban telah berhasil dievakuasi. Informasi sementara menyebut sedikitnya lima orang ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Empat di antaranya diketahui merupakan warga Kecamatan Mananggu, Kabupaten Boalemo.
Namun, informasi dari lapangan menyebutkan jumlah korban yang telah ditemukan mencapai sekitar delapan orang. Angka tersebut masih bersifat sementara dan belum dapat dipastikan sebagai jumlah keseluruhan korban.
Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi dari kepolisian yang memastikan jumlah korban secara keseluruhan maupun jumlah penambang yang masih dalam pencarian.
Keterlibatan Basarnas dalam proses evakuasi juga masih menunggu kepastian. Berdasarkan informasi yang dihimpun dari media setempat, Basarnas Pos Pencarian dan Pertolongan Marisa belum menerima laporan resmi terkait kejadian tersebut saat dilakukan konfirmasi.
Dengan kondisi tersebut, data mengenai jumlah korban dan kronologi lengkap longsor masih menunggu pendataan serta keterangan resmi dari pihak berwenang.
Medan lokasi yang sulit juga membuat proses pencarian harus dilakukan dengan penuh kehati-hatian. Selain menemukan korban, keselamatan personel yang melakukan evakuasi menjadi salah satu prioritas dalam penanganan bencana tersebut.
Peristiwa ini kembali memperlihatkan tingginya risiko keselamatan dalam aktivitas pertambangan tanpa izin. Meski demikian, penyebab pasti longsor dan kondisi seluruh pekerja yang berada di lokasi masih dalam proses penelusuran.
Catatan Redaksi: Jumlah korban dalam berita ini masih bersifat sementara. Jejakabar tidak menjadikan angka tersebut sebagai data final sebelum memperoleh konfirmasi resmi dari pihak berwenang.

Komentar