Syawal Madina Sebut 3 Nilai yang Perlu Dipegang Mahasiswa di Era Digitalisasi - jejakabar.com
Gerakan Sosial Organisasi
Beranda / Organisasi / Syawal Madina Sebut 3 Nilai yang Perlu Dipegang Mahasiswa di Era Digitalisasi

Syawal Madina Sebut 3 Nilai yang Perlu Dipegang Mahasiswa di Era Digitalisasi

whatsapp image 2026 09 07 at 08.32.14
Wakil Presiden BEM Universitas Ichsan Gorontalo (UNIGO) periode 2025-2026, Syawal Madina.

JEJAKABAR.COM, GORONTALO – Mahasiswa dinilai tidak cukup hanya memiliki kemampuan akademik di tengah perkembangan digitalisasi yang semakin pesat.

Ada nilai-nilai yang juga perlu tetap dijaga agar mahasiswa tidak kehilangan arah ketika berhadapan dengan derasnya informasi dan dinamika sosial.

Hal itu disampaikan Wakil Presiden BEM Universitas Gorontalo (UNIGO) periode 2025-2026, Syawal Madina, dalam forum SUARA KAMPUS Mobile yang digelar di Hungrypedia Kafe, Kota Gorontalo, Sabtu (5/9/2026).

Diskusi tersebut mengangkat tema “Eksistensi Nilai di Ujung Tanduk, Perspektif Pikiran Banding.”

Forum ini menjadi ruang bertukar pikiran antara mahasiswa, akademisi, tokoh masyarakat, wartawan, LSM, serta masyarakat umum.

Faisal Tahir Siap Bertarung di Pemilihan BPD Sipayo, Usung Gagasan BPD Terbuka

Sejumlah pemateri turut hadir dalam diskusi tersebut, yakni Prof. Dr. Lukman Laliyo, M.Pd., Dr. Andi Djufri, M.Ag., Nikson Entengo, S.IP., M.Si., dan Ahmad Abdullah, S.Ag., M.Pd.

Diskusi dipandu oleh Wakil Rektor III UIN SMART, Dr. Sahmin Madina, S.Sos., M.Si.

whatsapp image 2026 09 07 at 10.49.56

Dalam kesempatan itu, Syawal mengatakan setiap orang memiliki nilai yang berbeda-beda.

Perbedaan tersebut, menurutnya, tidak terlepas dari karakter, posisi, maupun lingkungan masing-masing individu.

Namun, khusus bagi mahasiswa di tengah era digitalisasi, Syawal menyebut ada tiga nilai yang menurutnya penting untuk terus dijaga.

Andi Ilham Siap Bawa KADIN Gorontalo Bangkit, Targetkan Kantor Permanen

Ketiga nilai itu dirangkum dalam tiga kata, yakni Reset, Respect, dan Reaction.

“Bagi saya kita semua memiliki nilai yang kita pegang dengan posisi kita. Tapi hari ini saya sebagai mahasiswa merasa bahwa nilai yang paling utama yang perlu dipegang oleh mahasiswa di era digitalisasi adalah Reset, Respect, dan Reaction,” kata Syawal.

Ia kemudian menjelaskan makna dari ketiga nilai tersebut.

Reset, kata Syawal, bukan sekadar memulai kembali, tetapi kemampuan mahasiswa untuk melihat dan menganalisis suatu persoalan secara menyeluruh.

Analisis tersebut harus memiliki dasar yang kuat, baik melalui kajian ilmiah, pendekatan yuridis maupun empiris.

Dukungan ke Andi Ilham Menguat Jelang Musprov KADIN Gorontalo, Perebutan Suara Makin Sengit

Dengan begitu, mahasiswa tidak mudah mengambil kesimpulan hanya berdasarkan informasi yang beredar di ruang digital.

Selanjutnya adalah Respect.

Menurut Syawal, mahasiswa perlu memiliki sikap saling menghargai sekaligus mampu menjaga kepercayaan dan amanah yang diberikan kepadanya.

Hal ini menjadi penting karena mahasiswa memiliki relasi yang luas, baik di lingkungan kampus maupun masyarakat.

“Respect yang dimiliki oleh mahasiswa mampu untuk saling menjaga kepercayaan ataupun amanah penuh dari luasnya relasi,” ujarnya.

Sementara Reaction dimaknai sebagai kemampuan mahasiswa dalam memberikan respons terhadap berbagai persoalan sosial.

Namun, respons yang dimaksud bukan sekadar reaksi spontan atau emosional.

Syawal menekankan bahwa mahasiswa harus mampu memberikan respons yang bijak, kritis, dan solutif.

Reaksi tersebut, menurutnya, harus lahir dari proses kajian, diskusi, serta kepedulian terhadap persoalan yang terjadi di tengah masyarakat.

“Reaksi yang dimaksud bukan reaksi emosional, melainkan reaksi intelektual yang lahir dari hasil kajian, diskusi, dan kepedulian,” jelasnya.

Ia berharap mahasiswa tidak hanya dikenal sebagai kelompok yang mampu menyampaikan kritik.

Lebih dari itu, mahasiswa diharapkan mampu menawarkan gagasan dan solusi yang dapat memberikan dampak nyata.

Menurutnya, kemampuan tersebut menjadi penting agar mahasiswa tetap menjalankan perannya sebagai agen perubahan di tengah perkembangan zaman.

Forum SUARA KAMPUS Mobile kemudian menjadi salah satu ruang untuk mempertemukan berbagai perspektif mengenai bagaimana nilai tetap dapat dipertahankan di tengah perubahan sosial dan digitalisasi.

Melalui konsep Reset, Respect, dan Reaction, Syawal menilai mahasiswa dapat tetap kritis tanpa kehilangan pijakan nilai.

Mahasiswa dituntut mampu membaca persoalan berdasarkan kajian, menjaga kepercayaan dalam membangun relasi, serta memberikan respons yang tidak hanya keras dalam suara, tetapi juga kuat dalam gagasan dan solusi.

Dengan demikian, eksistensi mahasiswa sebagai agen perubahan diharapkan tidak berhenti pada ruang diskusi, tetapi dapat diwujudkan melalui tindakan yang memberi manfaat bagi masyarakat. (RJl-06)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

×
×