JEJAKABAR.COM – Aktivitas galian C di Desa Pilohayanga, Kecamatan Telaga, Kabupaten Gorontalo dikeluhkan warga. Debu dari truk pengangkut material disebut sangat mengganggu, terutama saat musim kemarau seperti saat ini.
Keluhan itu disampaikan warga yang enggan disebutkan namanya dan hal itu juga dibenarkan oleh Kepala Desa Pilohayanga, Taufik Husa.
“Memang ada beberapa masyarakat yang mengeluhkan ke kami dan keluhan debu sering masuk,” ujar Taufik kepada awak media.
Menurut Taufik, persoalan tersebut sudah dibahas sejak tahun lalu bersama Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dalam pertemuan yang difasilitasi Dinas PTPS Kabupaten Gorontalo bersama para pengusaha galian C.
“Pada intinya dari hasil pertemuan saat itu pengusaha mengatakan sudah dilakukan upaya, namun ada beberapa pengemudi yang sulit diatur atau dikontrol oleh pengusaha galian C itu,” jelasnya.
“Tutup dari tempat (Galian C), serta sudah di jalan mungkin merasa ribet atau sebagainya, itu mereka (sopir) tidak lagi tutup sehingga itu yang menimbulkan debu bertebaran,” sambung Kepala Desa Pilohayanga tersebut.
Ia menyebut saat ini sudah ada upaya untuk mengurangi dampak debu, seperti penyiraman jalan oleh mobil yang lalu-lalang di lokasi.
“Apa yang menjadi keluhan masyarakat itu sudah kita sampaikan ke pengusaha dan kita juga sampaikan laporannya ke dinas terkait,” tegasnya.
Di balik keluhan tersebut, Taufik juga mengungkapkan adanya tali asih dari pengusaha kepada warga sekitar sebagai bentuk kepedulian di tengah mahalnya harga beras.
“Setelah saya tanyakan ke beberapa masyarakat, ternyata mereka juga ada tali asih dari pengusaha,” pungkasnya.
Hingga berita ini ditayangkan, Awak Media sebelumnya telah terhubung dengan salah satu pengusaha Galian C di Desa Pilohayanga, namun hingga kini belum memberikan keterangan resmi.

Komentar