JejaKabar.com , Papua Selatan — Ikatan Pilot Indonesia (IPI) mengecam keras insiden penembakan pesawat komersial milik Smart Air di Bandara Korowai Batu, Distrik Kombai, Boven Digoel, Rabu (11/2/2026). Peristiwa tragis tersebut menyebabkan pilot dan kopilot meninggal dunia.
Ketua Ikatan Pilot Indonesia, Muammar Reza Nugraha, menyatakan peristiwa tersebut merupakan tragedi memilukan yang tidak hanya menjadi perhatian nasional, tetapi juga internasional.
“Ikatan Pilot Indonesia mengecam dan mengutuk keras tragedi ini. Dua rekan sejawat kami diserang, dianiaya, ditembak, dan dibunuh secara keji oleh Kelompok Kriminal Bersenjata. Duka ini adalah duka seluruh pilot Indonesia,” ujar Reza saat konferensi pers di Bintaro, Tangerang Selatan, Kamis (12/2/2026).
Menurut Reza, insiden penyerangan tersebut merupakan pelanggaran berat terhadap Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan, khususnya terkait keamanan penerbangan. Selain itu, peristiwa tersebut juga dinilai melanggar aturan keamanan penerbangan internasional yang ditetapkan International Civil Aviation Organization melalui ICAO Annex 17 serta Chicago Convention 1944.
Ia menegaskan pilot sebagai pelaksana tugas penerbangan wajib mendapat perlindungan negara, termasuk jaminan keamanan infrastruktur bandara yang merupakan objek vital nasional sebagaimana diatur dalam Keputusan Presiden Nomor 63 Tahun 2004.
IPI juga mengungkap telah melakukan berbagai kajian dan upaya untuk mendorong peningkatan sistem keamanan penerbangan, terutama di wilayah dengan risiko tinggi seperti Papua. Organisasi tersebut mengimbau seluruh pilot Indonesia untuk meningkatkan kewaspadaan saat bertugas di daerah rawan gangguan keamanan.
Selain itu, IPI meminta Komite Nasional Keamanan Penerbangan (KNKP) mengambil langkah pencegahan dengan mempertimbangkan penghentian sementara operasional bandara yang memiliki risiko keamanan tinggi hingga keselamatan penerbangan benar-benar terjamin.
“Kami berharap langkah pencegahan segera dilakukan agar kejadian serupa tidak terulang,” tegas Reza.
Ikatan Pilot Indonesia juga menyampaikan duka cita mendalam atas meninggalnya pilot dan kopilot dalam peristiwa tersebut serta berharap tragedi ini menjadi yang terakhir dalam sejarah penerbangan Indonesia.
“Semoga almarhum mendapatkan tempat terbaik dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan,” tutupnya. (Admin/Rilis)

Komentar