Jejakabar.com, Limboto — Keberadaan sebuah tempat usaha PlayStation (PS) di Kelurahan Bolihuwangga, Kecamatan Limboto, menjadi sorotan setelah viral di media sosial. Menindaklanjuti hal tersebut, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Gorontalo langsung melakukan penggerebekan pada Senin (6/4/2026).
Lokasi tersebut sebelumnya disebut-sebut sebagai tempat berkumpulnya pelajar yang diduga kerap menggelar pesta minuman keras (miras). Informasi itu beredar melalui unggahan Facebook yang menyebut adanya aktivitas menyimpang di tempat hiburan tersebut.
Kepala Satpol PP Kabupaten Gorontalo, Taufik Margono, menyatakan pihaknya segera turun tangan begitu menerima laporan yang viral.
“Menindaklanjuti informasi yang viral, kami langsung mendatangi lokasi. Di sana kami menemukan banyak anak sekolah yang berkumpul dan bermain game sepulang sekolah,” ujarnya.
Namun, dalam penggerebekan tersebut petugas tidak menemukan adanya aktivitas konsumsi minuman keras. Meski demikian, hasil pemeriksaan awal mengungkap bahwa tempat usaha tersebut belum memiliki izin operasional.
“Dari hasil awal, tempat ini belum memiliki izin usaha PlayStation. Hal ini sudah kami koordinasikan dengan pihak kelurahan, Babinsa, dan kepolisian setempat untuk pendalaman lebih lanjut,” jelas Taufik.
Ia juga menilai, dugaan pesta miras yang beredar di media sosial kemungkinan merupakan kejadian yang sudah berlangsung beberapa waktu lalu.
“Informasi yang beredar bisa saja terjadi satu atau dua bulan lalu. Karena itu, kami tidak langsung menyimpulkan, tetapi akan melakukan pendalaman bersama TNI dan Polri,” tambahnya.
Dalam razia tersebut, sejumlah pelajar yang berada di lokasi langsung didata dan diserahkan ke pihak sekolah untuk pembinaan. Satpol PP juga menggandeng Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) guna memastikan langkah lanjutan terhadap para pelajar.
Penggerebekan ini merupakan bagian dari upaya menjaga ketertiban umum sekaligus mendukung program Kabupaten Layak Anak di Gorontalo.
“Langkah ini penting untuk memastikan lingkungan tetap aman dan kondusif bagi anak-anak. Pengawasan akan terus kami lakukan bersama aparat terkait,” tegas Taufik.
Diketahui, lokasi usaha PS tersebut berada di tempat yang cukup tersembunyi, yakni di belakang area pencucian mobil dan jauh dari jalan utama, sehingga sebelumnya tidak terpantau.
Satpol PP memastikan akan terus berkoordinasi dengan aparat TNI-Polri untuk menentukan langkah penindakan selanjutnya terkait dugaan pelanggaran yang terjadi.

Komentar