JEJAKABAR.COM, TEHERAN — Iran pada Rabu (8/4/2026) mengumumkan 10 syarat untuk menerapkan gencatan senjata dua minggu dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel. Sejumlah poin tersebut juga tercantum dalam syarat Iran untuk mengakhiri perang yang dipicu serangan AS–Israel ke Teheran pada 28 Februari 2026. Mengutip pemberitaan BBC, stasiun televisi Pemerintah Iran merilis daftar lengkap syarat gencatan senjata itu.
Berikut 10 syarat yang diajukan Iran:
- Penghentian total perang di Irak, Lebanon, dan Yaman.
- Penghentian total dan permanen perang di Iran tanpa batas waktu.
- Mengakhiri seluruh konflik di kawasan secara menyeluruh.
- Pembukaan kembali Selat Hormuz.
- Penetapan protokol dan syarat yang menjamin kebebasan dan keamanan navigasi di Selat Hormuz.
- Pembayaran penuh kompensasi untuk biaya rekonstruksi Iran.
- Komitmen penuh untuk mencabut seluruh sanksi terhadap Iran.
- Pembebasan dana dan aset Iran yang dibekukan di Amerika Serikat.
- Komitmen Iran untuk tidak berupaya memiliki senjata nuklir apa pun.
- Gencatan senjata segera berlaku di semua lini setelah syarat-syarat di atas disetujui.
Trump Setujui Gencatan Senjata Dua Minggu
Pada Selasa (7/4/2026) waktu AS, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan bahwa Washington dan Iran mencapai kesepakatan gencatan senjata sementara selama dua minggu. Kesepakatan ini tercapai setelah rangkaian diskusi dengan kepemimpinan Pakistan yang bertindak sebagai mediator dalam konflik AS–Israel dengan Iran.

Sebelumnya, Trump mengancam akan “meratakan Iran” apabila Teheran tidak membuka Selat Hormuz.
“Saya setuju untuk menangguhkan pengeboman dan serangan terhadap Iran untuk jangka waktu dua minggu,” tulis Trump, dikutip BBC.
Namun, ia menegaskan bahwa gencatan senjata itu bersifat dua sisi dengan satu syarat mutlak:
“Tunduk pada persetujuan Iran untuk melakukan pembukaan Selat Hormuz secara lengkap, segera, dan aman,” tegasnya.
Iran Setujui Pembukaan Selat Hormuz
Tak lama setelah pengumuman Trump, Iran menyatakan kesediaannya membuka Selat Hormuz selama dua minggu dan menyediakan jalur aman bagi navigasi maritim di kawasan strategis tersebut.
“Selama dua minggu, dibuka jalur aman melalui Selat Hormuz melalui koordinasi dengan Angkatan Bersenjata Iran dan dengan mempertimbangkan keterbatasan teknis,” tulis Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi di X, dikutip AFP.
Iran juga menegaskan bahwa masa gencatan senjata ini akan digunakan untuk melakukan pembicaraan lebih dalam dengan AS guna mengakhiri perang. Negosiasi dijadwalkan dimulai Jumat (10/4/2026) di Islamabad, Pakistan.
Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran menyampaikan bahwa negosiasi akan berlangsung selama dua minggu dan dapat diperpanjang jika disepakati semua pihak. (Admin/rilis)

Komentar