Jejakabar.com, Nasional– Sekolah rakyat targetkan 46.000 ribu siswa periode tahun ini, jika dikalkulasi periode tahun 2025 dengan kuota 16.000 dan ketambahan 30.000 siswa. Hal ini disampaikan oleh Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul di kawasan Senen, Jakarta Pusat, Minggu (12/4/2026).
“Kalau tahun lalu hampir 16.000 siswa, diperkirakan tahun ini kita bisa mencapai sekitar 30.000 siswa. Jadi totalnya sekitar 46.000 siswa yang akan ikut proses pembelajaran di Sekolah Rakyat,” jelas Gus Ipul.
Dirinya menyebut, Sekolah rakyat berbeda dengan sistem pendidikan formal pada umumnya, dikarenakan tidak membuka pendaftaran terbuka. Pemerintah menggunakan pendekatan penjangkauan langsung kepada keluarga sasaran. Melalui mekanisme ini, pemerintah menilai bantuan pendidikan sampai pada kelompok yang benar-benar membutuhkan.
Selain itu, Gus Ulil mengingatkan bagi masyarakat agar tidak mudah percaya terhadap oknum yang mengatasnamakan sekolah rakyat dengan iming-iming bisa meloloskan peserta didik. Sebab, seleksi berlangsung transparan dan tanpa pungutan.
“Tidak perlu melakukan pendekatan apalagi sampai membayar. Itu penipuan. Ikuti saja proses yang ada karena Sekolah Rakyat ini untuk keluarga yang paling tidak mampu,”Terangnya.
Ia menegaskan bahwa seluruh proses seleksi harus dijalankan dengan menjunjung tinggi integritas. Pemerintah tidak akan mentoleransi praktik suap, titipan, maupun bentuk penyimpangan lainnya dalam pelaksanaan program ini.
Melalui Program Sekolah Rakyat, pemerintah terus memperluas akses pendidikan bagi masyarakat miskin ekstrem dengan memanfaatkan data sosial nasional agar setiap intervensi pendidikan tepat sasaran dan mampu mengurangi kesenjangan akses pendidikan di Indonesia.
Sementara itu, Kementerian Sosial juga tengah melakukan seleksi terhadap guru dan tenaga kependidikan untuk tahun ajaran 2026–2027. Proses ini menjadi bagian dari penguatan kualitas layanan pendidikan dalam program tersebut.

Komentar