Nasional Pemerintahan Politik
Beranda / Politik / Indonesia Mulai Kerahkan Tentara ke Gaza, Ini Jumlah Pasukan yang Dikirim

Indonesia Mulai Kerahkan Tentara ke Gaza, Ini Jumlah Pasukan yang Dikirim

indonesia politicsinauguration 3 169
Foto: REUTERS/Ajeng Dinar Ulfiana

Jejakabar.com, Nasional — Pemerintah Indonesia tengah mematangkan rencana penempatan pasukan ke Jalur Gaza, Palestina, sebagai bagian dari kontribusi terhadap misi internasional yang bertujuan menciptakan stabilitas di wilayah konflik. Rencana tersebut muncul di tengah upaya global mendukung perdamaian dan pemulihan pascaperang antara Israel dan Hamas.

Pemerintah berencana mengerahkan pasukan di bawah bendera Pasukan Stabilisasi Internasional (International Stabilization Force/ISF) dengan target awal pada April 2026.

Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad), Brigjen Donny Pramono, mengungkapkan bahwa militer telah menyiapkan brigade gabungan sebanyak 8.000 personel.

Sekitar 1.000 personel ditargetkan menjadi tim pendahulu yang siap diberangkatkan pada April 2026, sementara sisanya direncanakan menyusul pada Juni 2026. Namun, ia menegaskan pengerahan pasukan masih menunggu keputusan politik pemerintah dan mekanisme internasional.

“Berdasarkan info yang kami dapatkan, sampai saat ini belum ada keputusan politik negara mengenai tanggal keberangkatan TNI ke Gaza,” kata Donny, dikutip dari CNN Indonesia, Selasa (17/2/2026).

1 Prajurit TNI Gugur, 3 Luka di Lebanon: TNI Berduka, RI Kutuk Serangan

Donny menjelaskan, rencana pengiriman pasukan masih berada pada tahap persiapan internal dan menunggu keputusan Presiden Prabowo Subianto.

Dalam Rapat Penyiapan Satgas Perdamaian dan Kemanusiaan Indonesia yang digelar 12 Februari 2026, TNI baru menetapkan format brigade komposit berjumlah 8.000 personel.

Tahapan persiapan meliputi pemeriksaan kesehatan dan administrasi hingga Februari, serta gelar kesiapan pasukan pada akhir bulan tersebut.

“Sekitar 1.000 personel ditargetkan siap berangkat awal April 2026, dan seluruh elemen 8.000 personel ditargetkan siap paling lambat akhir Juni 2026,” jelas Donny.

Ia menegaskan istilah “siap berangkat” bukan berarti pasukan langsung diberangkatkan, melainkan berada dalam kondisi siap sewaktu-waktu jika keputusan politik telah ditetapkan.

Chatbot Dinilai Mulai Bentuk Perilaku Egois Pengguna, Peneliti Stanford Ingatkan Bahaya Baru AI

Sementara itu, Kepala Biro Informasi Pertahanan Setjen Kementerian Pertahanan RI, Brigjen Rico Ricardo Sirait, meminta publik menunggu hasil pertemuan tingkat tinggi Dewan Perdamaian (Board of Peace/BoP).

Konferensi tingkat tinggi organisasi tersebut dijadwalkan berlangsung di Washington, Amerika Serikat, pada 19 Februari 2026. Indonesia merupakan salah satu anggota dan Presiden Prabowo dikonfirmasi hadir dalam pertemuan tersebut.

“Tunggu ini (kegiatan di BoP) ya,” ujar Rico.

Rencana pengerahan pasukan ISF dari berbagai negara, termasuk Indonesia, sempat menuai sorotan karena tugas pasukan disebut mencakup pengawasan hingga pelucutan senjata Hamas. Namun pemerintah menegaskan keterlibatan Indonesia bukan dalam rangka operasi militer.

Kementerian Luar Negeri RI memastikan pengiriman pasukan Indonesia bersifat misi kemanusiaan dan penjaga perdamaian.

Demo Nasional ‘No Kings’ di AS, Jutaan Warga Protes Gaya Kepemimpinan Otoriter Trump

“Keikutsertaan Indonesia bukan untuk misi tempur dan bukan untuk misi demiliterisasi,” tegas Kemlu dalam siaran pers.

Kemlu juga menegaskan personel Indonesia tidak akan terlibat dalam operasi tempur maupun konfrontasi langsung dengan pihak bersenjata.

Indonesia disebut-sebut berpotensi menjadi negara pertama yang mengerahkan pasukan ke Gaza sebagai bagian dari ISF. Sejumlah laporan media menyebut pasukan dapat dikirim dalam beberapa pekan mendatang setelah pertemuan Dewan Perdamaian rampung.

ISF sendiri berada di bawah inisiasi Board of Peace yang dibentuk setelah Dewan Keamanan PBB mengesahkan Resolusi 2803 pada November 2025.

Langkah ini dinilai sebagai bagian dari komitmen Indonesia dalam mendukung stabilitas global dan penyelesaian konflik melalui jalur perdamaian serta bantuan kemanusiaan. (Admin/Rilis)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *