Gerakan Sosial Pohuwato
Beranda / Pohuwato / Aleg Gerindra Perjuangkan Hak Rakyat, Muncul Sosok “Warga Bodong” Klaim Wakili Masyarakat Pohuwato

Aleg Gerindra Perjuangkan Hak Rakyat, Muncul Sosok “Warga Bodong” Klaim Wakili Masyarakat Pohuwato

whatsapp image 2026 03 11 at 11.24.51
Mohamad Rusli Laki

JEJAKABAR.COM, POHUWATO – Beredarnya video dan pemberitaan mengenai anggota legislatif dari Partai Gerindra yang sedang memperjuangkan hak-hak masyarakat menuai beragam tanggapan di ruang publik. Namun di tengah dukungan yang muncul, terdapat pula pihak yang mengatasnamakan warga Pohuwato dan melontarkan pernyataan yang dinilai menyesatkan serta memicu kontroversi.

Sejumlah kalangan menilai sosok yang mengaku sebagai warga tersebut tidak benar-benar merepresentasikan suara masyarakat Pohuwato. Narasi yang dibangun justru dianggap mencoba menggiring opini publik untuk menyerang upaya perjuangan hak rakyat yang sedang disuarakan oleh wakil rakyat di parlemen.

Aktivis sosial, Mohamad Rusli Laki, menilai kemunculan sosok tersebut patut dipertanyakan. Menurutnya, masyarakat harus lebih cermat dalam menilai siapa yang benar-benar berbicara atas nama rakyat dan siapa yang sekadar membangun narasi yang tidak jelas kepentingannya.

“Beliau itu kami duga adalah warga bayaran yang berusaha membuat narasi kontroversi versi oligarki. Kalau pun orang tersebut benar-benar warga Pohuwato, maka seharusnya ia memahami betul bahwa siklus ekonomi daerah ini berasal dari mana dan bagaimana perjuangan masyarakat selama ini,” ujar Rusli kepada Jejakabar.com.

Rusli juga mengingatkan bahwa dalam praktik politik, nilai kemanusiaan seharusnya menjadi fondasi utama. Ia mengutip pesan tokoh bangsa Abdurrahman Wahid atau yang akrab disapa Gus Dur, yang pernah menegaskan bahwa politik sejatinya harus berpijak pada kemanusiaan.

Bahlil Imbau Warga Kurangi Konsumsi Energi Secara Berlebihan

“Gus Dur pernah berkata bahwa yang terpenting dari politik adalah kemanusiaan. Hari ini ada pihak-pihak yang sedang memperjuangkan nilai-nilai kemanusiaan dan hak rakyat. Sementara mereka yang mengaku warga Pohuwato justru terlihat seperti sedang memperjuangkan uang sakunya,” tegasnya.

Ia pun menantang pihak yang melontarkan tudingan atau pernyataan kontroversial tersebut untuk berani tampil terbuka di hadapan publik.

“Kalau memang berani, tunjukkan identitasmu kepada publik. Perlihatkan juga dasar pengetahuanmu. Jangan hanya bersembunyi di belakang layar seperti pencuri yang melempar isu tanpa tanggung jawab,” tambah Rusli.

Menurutnya, masyarakat Pohuwato saat ini sudah cukup dewasa dalam menilai berbagai dinamika politik yang berkembang. Karena itu, ia mengajak publik untuk tidak mudah terprovokasi oleh narasi yang tidak jelas sumber maupun tujuannya.

Rusli juga menegaskan bahwa masyarakat harus tetap fokus pada upaya-upaya perjuangan yang benar-benar bertujuan memperjuangkan kepentingan rakyat.

19 Ribu Rumah Direhab di Sumut, Benarkah Semua Gratis? Ini Penjelasan PKP

“Publik sudah bisa menilai mana perjuangan yang tulus untuk rakyat dan mana yang hanya propaganda demi kepentingan tertentu,” pungkasnya. (Admin)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *