Berita Utama Daerah Pohuwato
Beranda / Pohuwato / Buntut Penangkapan 4 Tersangka Narkoba, Rein Suleman Desak PETI Hutino Segera Ditutup

Buntut Penangkapan 4 Tersangka Narkoba, Rein Suleman Desak PETI Hutino Segera Ditutup

whatsapp image 2026 03 18 at 04.01.23
Rein Suleman warga desa Teratai, kabupaten Pohuwato (Jejakabar.com)

Jejakabar.com Pohuwato – Praktik Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di kawasan Hutino kini bukan sekadar isu kerusakan alam. Ancaman serius justru mengintai dari sisi kemanusiaan, setelah ditangkapnya tersangka narkoba yang mulai merambah ke barak-barak pekerja tambang.

Rein Suleman, putra daerah Pohuwato sekaligus warga Desa Teratai, menyayangkan sikap abai instansi terkait terhadap pembiaran aktivitas ilegal ini. Ia menegaskan secara geografis, lokasi PETI Hutino berada dalam satu rangkaian pegunungan dengan Gunung Bulangita dan Gunung Moduito (Teratai). Kedekatan akses ini menjadi jalur empuk masuknya barang haram tersebut ke lingkaran pekerja lokal.

Kekhawatiran Rein bukan tanpa alasan. Sebagian besar pekerja di lokasi tersebut merupakan pemuda lokal dari Desa Bulangita dan Desa Teratai. Mobilitas yang tinggi antar-gunung ini mempercepat potensi penyebaran narkoba secara masif.

“PETI Hutino itu masih satu gunung dengan gunung Bulangita dan gunung Moduito (Teratai). Otomatis, kalau penyebaran benda haram itu di Hutino, khawatirnya akan sampai ke pekerja yang ada Bulangita dan Teratai,” tegas Rein dengan nada waspada.

Bahlil Imbau Warga Kurangi Konsumsi Energi Secara Berlebihan

Ia menambahkan, potensi risiko ini sangat nyata, mengingat mayoritas tenaga kerja adalah warga lokal.

“Dan rata-rata pekerja di situ orang lokal. Desa Bulangita dan Teratai. Dikhawatirkan lagi penyebaran lo benda haram ini, malah so (sudah) marak dan so merembet ke pekerja situ,” lanjutnya.

Kritik Rein juga menyoroti dampak ganda yang akan menghantam Pohuwato jika pihak berwenang terus menutup mata. Bukan hanya lubang-lubang tambang yang akan ditinggalkan, tetapi juga rusaknya moral dan masa depan anak muda akibat ketergantungan narkoba.

Menurutnya, jika narkoba sudah merusak para pekerja yang notabene adalah anak muda, maka dampaknya akan berlanjut hingga ke anak cucu mereka.

“Dan itu bisa menyebabkan kerusakan pemuda dan pekerja di sana. Karena rata-rata pekerja di sana anak muda Bulangita dan Teratai. Dan lebih parah lagi, malah merusak anak li dorang (mereka).

19 Ribu Rumah Direhab di Sumut, Benarkah Semua Gratis? Ini Penjelasan PKP

“Jadi nanti bakal ada dua kerusakan yang ditimbulkan. Kerusakan lingkungan dan dampak yang ditinggalkan pasca tambang, serta penyebaran narkoba,” papar Rein.

Merespon situasi yang kian memprihatinkan atas penangkapan 4 tersangka dugaan penggunaan narkoba, Rein menuntut pemerintah dan aparat penegak hukum (APH) untuk segera mengambil langkah konkret. Tidak ada kata tawar-menawar untuk aktivitas yang merusak generasi muda dan lingkungan tersebut.

Ia mendesak agar PETI Hutino segera ditutup demi memutus rantai peredaran narkoba yang masuk melalui pertambangan rakyat.

“Untuk itu, tuntutan segera agar ditindaki PETI di sana. Dan segera tutup untuk meminimalisir kerusakan pemuda akibat adanya narkoba,” tutupnya dengan tegas.

Setelah artikel ini tayang, tim redaksi masih berusaha meminta pernyataan resmi dari instansi pemerintah setempat atas peristiwa penangkapan empat tersangka narkoba tersebut.

Pamer Cuan MBG 6 Juta Sehari, Joget Viral Hendrik Irawan Berujung Dapur SPPGnya Ditutup

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *