Eksis Sejak 2009, KMG Gebrak Kembali Event Region Sulawesi Dan Gerakan Peningkatan Ekonomi - jejakabar.com
Organisasi Sosial
Beranda / Sosial / Eksis Sejak 2009, KMG Gebrak Kembali Event Region Sulawesi Dan Gerakan Peningkatan Ekonomi

Eksis Sejak 2009, KMG Gebrak Kembali Event Region Sulawesi Dan Gerakan Peningkatan Ekonomi

whatsapp image 2026 04 26 at 21.06.27
komunitas Kicau Mania Gorontalo Saat gelar Latber. (Minggu/26/4/2026)

Jejakabar.com, Gorontalo – Komunitas Kicau Mania Gorontalo (KMG) membuktikan bahwa hobi burung berkicau bukan sekadar hiburan semata. Berdiri sejak tahun 2009, komunitas ini terus memperkuat eksistensinya hingga tahun 2026 dengan visi besar menyejahterakan anggota dan menggerakkan roda ekonomi lokal.

Ketua KMG, Ko’ Fery, mengungkapkan saat ini tercatat lebih dari 100 anggota aktif yang bernaung di bawah bendera KMG. Menurutnya, komunitas ini bukan sekadar ajang berkumpul, melainkan wadah silaturahmi yang mampu menyentuh sektor pariwisata dan pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

“Kicau mania ini sudah bertahan sejak 2009 di Gorontalo. Harapan kami ke depan adalah memperbaiki sistem manajemen agar lebih terstruktur sehingga komunitas ini tetap eksis dan berprestasi,” ujar Ko’ Fery saat berbincang santai, Minggu (26/4).

Dampak Nyata bagi Ekonomi Kerakyatan

Kehadiran KMG memberikan efek domino yang nyata bagi para pedagang pakan burung di Gorontalo. Ko’ Fery mencatat, aktivitas komunitas ini membantu meningkatkan omzet penjual kroto dan peternak jangkrik.

Aktivis Pohuwato Kecam Pernyataan Oknum Kolonel yang Sebut Penambang sebagai “Penjahat”

“Setiap bulannya, sekitar 25 kilogram jangkrik terjual untuk kebutuhan pakan. Ini menunjukkan ada perputaran ekonomi yang sehat di lintas komunitas,” tambahnya.

Naik Kelas Lewat Sertifikasi Juri Nasional

Tak hanya soal hobi dan ekonomi, KMG juga fokus pada pengembangan sumber daya manusia melalui peningkatan keahlian anggota. Salah satu pencetus sekaligus ketua divisi juri KMG, Hadi menjelaskan bahwa para anggota memiliki peluang untuk “naik kelas” menjadi juri profesional.

Saat ini, KMG memiliki 20 juri, aktif 14 orang dan sebagian sudah masuk purna. KMG memiliki dua pakem penilaian utama, yakni variasi lagu dan volume, durasi kerja, gaya dan fisik. Untuk menambah komposisi tersebut, KMG berencana menggelar Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) bagi juri baru.

“Kami ingin anggota tidak hanya menjadi penonton, tapi bisa mengikuti ujian kompetensi juri tersertifikasi. Dengan begitu, juri yang sudah naik kelas bisa mendapatkan sumber pemasukan tambahan dari keahlian mereka,” jelas Hadi.

Dewi Mondo Dipercaya Pimpin DPRD Boltara, PDIP Tekankan Soliditas Kader

Agenda Rutin Komunitas

Untuk menjaga kualitas burung dan sportivitas antaranggota, KMG rutin menggelar berbagai tingkatan pertemuan dan perlombaan. Latber (Latihan Bersama): Dilaksanakan rutin setiap minggu, Latpres (Latihan Prestasi): Digelar berkala setiap 1 hingga 2 bulan dan Lomba Besar: Menjadi agenda utama yang diselenggarakan setiap 4 hingga 6 bulan sekali.

Melalui manajemen yang lebih terstruktur, KMG optimis mampu menjadikan hobi kicau burung sebagai salah satu pilar penggerak ekonomi kreatif dan daya tarik wisata berbasis komunitas di Provinsi Gorontalo.

Dukung Transformasi Digital Desa, Mahasiswa KKN Berdampak Prodi Sistem Informasi UNG Luncurkan SIDesamolutabu

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

×
×