Oleh Rifaldi Halang, Ketua KAMMI Wilayah Gorontalo.
JEJAKABAR.COM, OPINI – Hari Pendidikan Nasional selalu mengingatkan kita bahwa belajar tidak hanya berlangsung di ruang kelas, di balik meja sekolah, atau dalam lembaran buku pelajaran. Pendidikan sejatinya hadir di setiap ruang yang menumbuhkan manusia. Salah satu ruang itu adalah organisasi. Tempat di mana seseorang tidak hanya menambah pengetahuan, tetapi juga mengenal dirinya, menemukan potensinya, dan belajar memberi arti bagi lingkungan sekitarnya.
Organisasi adalah rumah belajar yang sering kali melahirkan pelajaran paling berharga dalam kehidupan. Di dalamnya, kita belajar berbicara, mendengar, berdiskusi, memimpin, dipimpin, menerima kritik, serta menyusun langkah bersama. Hal-hal yang kadang tidak diajarkan secara utuh di ruang formal, justru tumbuh subur dalam proses berorganisasi.
Lebih dari itu, organisasi menjadi tempat untuk mengenal potensi diri. Banyak orang yang awalnya merasa biasa saja, tidak percaya diri, atau bahkan tidak tahu kelebihan dirinya, justru menemukan jalan tumbuh ketika masuk ke dalam organisasi. Ada yang sadar dirinya mampu menulis, berbicara di depan umum, menyusun gagasan, menggerakkan massa, membangun jaringan, atau menyelesaikan persoalan. Organisasi menjadi cermin yang membantu seseorang melihat dirinya lebih jelas.
Namun organisasi tidak berhenti hanya sebagai tempat mengenal potensi. Ia juga menjadi ruang untuk meledakkan potensi itu. Potensi yang dipelihara dengan pembinaan, kepercayaan, pengalaman, dan tantangan akan tumbuh menjadi ledakan kemampuan. Di sanalah organisasi mengambil peran penting, bukan sekadar menerima orang-orang hebat, tetapi membentuk orang biasa menjadi luar biasa melalui proses.
Karena itu, pendidikan di organisasi bukan hanya soal menampung mereka yang sudah punya kemampuan. Pendidikan organisasi justru harus menjangkau setiap individu kader, mengajak mereka mengenal diri, menumbuhkan keberanian, dan mengasah kemampuan yang mungkin selama ini tersembunyi. Setiap orang berhak mendapat ruang untuk berkembang, bukan hanya mereka yang terlihat menonjol sejak awal.
Ada satu pepatah yang patut direnungkan “kita bukan sekadar mengkader tokoh, tetapi juga mentokohkan kader”. Kalimat ini, mengajarkan kita bahwa organisasi bukan pabrik elit yang hanya mencari mereka yang sudah siap jadi pemimpin. Organisasi adalah rumah tumbuh, tempat setiap kader dibimbing agar memiliki kualitas, kapasitas, dan keberanian untuk mengambil peran.
Jangan sampai ada yang merasa tidak memiliki kesempatan karena sempitnya ruang yang diberikan. Sebab organisasi yang sehat adalah organisasi yang membuka jalan bagi semua untuk berkembang. Namun jangan sampai pula ada yang enggan bertumbuh ketika ruang telah dihamparkan begitu luas. Kesempatan harus dijawab dengan kemauan, dan ruang harus dipenuhi dengan kesungguhan.
Di Hari Pendidikan ini, kita patut menyadari bahwa organisasi adalah bagian penting dari pendidikan kehidupan. Mari menjadikannya sebagai satu keluarga, saling bertanya dan memberi, saling belajar dan mengajarkan, saling berdiskusi dan bergerak. Karena dari ruang-ruang organisasi yang hidup, akan lahir pribadi-pribadi tangguh yang siap membangun mimpi dan cita-cita bersama. (Admin)

Komentar