Jejakabar.com, BLITAR – Kunjungan Presiden ke-5 Republik Indonesia Megawati Soekarnoputri ke Istana Gebang, Blitar, Senin (15/6/2026), bukan sekadar meninjau hasil renovasi bangunan bersejarah. Putri Proklamator itu juga menghidupkan kembali berbagai kisah masa kecil Bung Karno yang selama ini tersimpan di rumah bersejarah tersebut.
Usai meresmikan renovasi Istana Gebang dan patung Bung Karno, Megawati langsung memasuki museum yang dahulu menjadi tempat tinggal ayahnya. Didampingi M. Prananda Prabowo, Puti Guntur Soekarno, dan Romy Soekarno, ia menelusuri setiap ruangan sambil mengenang berbagai cerita keluarga yang pernah berlangsung di rumah itu.
Dalam peninjauan tersebut, Megawati tidak hanya mengamati kondisi bangunan dan koleksi museum, tetapi juga berbagi pengetahuan mengenai sejarah keluarga Bung Karno kepada para petugas museum. Ia menjelaskan sejumlah koleksi foto serta menunjukkan ruangan-ruangan yang pernah ditempati anggota keluarga Soekarno saat tinggal di Blitar.
Menurut Megawati, pemahaman yang mendalam mengenai sejarah Bung Karno menjadi hal penting bagi para pegawai museum. Karena itu, ia meminta agar petugas dibekali pelatihan khusus mengenai masa kecil Bung Karno dan kehidupan keluarganya, sehingga mampu memberikan informasi yang lebih lengkap kepada para pengunjung.
Selain menyoroti aspek edukasi, Megawati juga memberikan perhatian terhadap pelestarian koleksi sejarah yang tersimpan di Istana Gebang. Ia meminta agar museum menyediakan satu hari khusus setiap pekan untuk melakukan pembersihan dan perawatan seluruh koleksi, termasuk sejumlah foto yang mulai terlihat kusam.
Di hadapan petugas museum, Megawati menegaskan bahwa benda-benda bersejarah yang tersimpan di Istana Gebang merupakan bagian penting dari warisan bangsa yang harus dijaga dengan baik.
Saat berdialog dengan petugas, Megawati juga menanyakan jumlah kunjungan harian museum. Setelah mengetahui rata-rata pengunjung mencapai sekitar 200 orang per hari dengan hanya dua petugas informasi yang bertugas, ia mendorong adanya penambahan sumber daya manusia agar pelayanan kepada masyarakat semakin optimal.
Usulan tersebut langsung disampaikan kepada Wali Kota Blitar H. Syauqqul Muhibbin yang mendampingi kunjungan. Wali Kota menyatakan kesiapannya untuk menindaklanjuti arahan tersebut.
Megawati juga mengusulkan agar setiap pertanyaan yang diajukan pengunjung didokumentasikan. Menurutnya, kumpulan pertanyaan tersebut dapat menjadi bahan evaluasi sekaligus dasar pengembangan informasi yang dibutuhkan masyarakat mengenai Bung Karno.
Di sela-sela kegiatan, Megawati dan keluarga turut memeriksa sumur tua yang berada di kompleks Istana Gebang. Sumur yang masih berfungsi itu menjadi salah satu saksi bisu perjalanan keluarga Bung Karno di Blitar. Momen tersebut berlangsung hangat ketika Prananda Prabowo, Puti Guntur Soekarno, dan Romy Soekarno bergantian membuka keran untuk memastikan air tetap mengalir dengan baik. Suasana kekeluargaan semakin terasa ketika Prananda terlihat memeluk Megawati di ruang tamu rumah bersejarah tersebut.
Sebagai rumah tempat Bung Karno menghabiskan masa kecilnya, Istana Gebang memiliki nilai historis yang sangat penting. Di bangunan yang berdiri sejak 1884 itu, berbagai pemikiran awal tentang kebangsaan, kepedulian terhadap rakyat, dan karakter kepemimpinan Bung Karno mulai tumbuh dan berkembang hingga kelak mengantarkannya menjadi Proklamator Kemerdekaan Indonesia.

Komentar