Jejakabar.com, Palu – Suasana khidmat menyelimuti peringatan Haul ke-58 ulama besar Sayyid Idrus bin Salim Al-Jufri yang digelar di Palu, Sulawesi Tengah, Rabu (1/4/2026). Ribuan jemaah dari berbagai penjuru Indonesia hadir memadati lokasi, menciptakan nuansa spiritual yang mendalam dan penuh kebersamaan.
Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar, dalam sambutannya menekankan pentingnya peran pesantren dalam membentuk generasi unggul. Ia menyampaikan bahwa dirinya merupakan bagian dari tradisi pesantren sebagai alumni Pondok Pesantren As’adiyah di Sulawesi Selatan.
Menurut Menag, pendidikan yang ia tempuh dari lingkungan pesantren telah mengantarkannya melanjutkan studi ke berbagai negara, seperti Jepang, Kanada, Belanda, hingga Amerika Serikat. Hal tersebut, katanya, menjadi bukti bahwa pesantren mampu melahirkan sumber daya manusia yang tidak hanya berakhlak, tetapi juga kompetitif di tingkat global.
“Pesantren tidak hanya mencetak ahli agama, tetapi juga membangun karakter kuat yang mampu beradaptasi di berbagai bidang kehidupan,” ujar Nasaruddin.
Selain itu, ia juga menyoroti pentingnya menjaga adab dalam tradisi keislaman. Ia menyinggung kebiasaan berdiri saat pembacaan Shalawat Badar di lingkungan Nahdlatul Ulama (NU), yang menurutnya merupakan bentuk penghormatan yang lahir dari kesadaran spiritual.
Momentum semakin terasa ketika Menag mengajak seluruh jemaah untuk bershalawat bersama. Lantunan Shalawat Badar menggema di seluruh area, menghadirkan suasana haru yang menyatukan ribuan jemaah dalam kekhusyukan.
Dalam kesempatan tersebut, Kementerian Agama juga menyalurkan bantuan sebesar Rp200 juta kepada Alkhairaat sebagai dukungan terhadap pengembangan pendidikan Islam di kawasan Indonesia Timur.
Peringatan haul ini tidak hanya menjadi ajang mengenang jasa Guru Tua, tetapi juga memperkuat komitmen dalam menjaga peran pesantren sebagai pusat pendidikan karakter dan penguatan nilai-nilai spiritual di tengah masyarakat.
Sebagai bagian dari rangkaian acara, Menag Nasaruddin Umar turut dianugerahi sebagai anggota kehormatan Alkhairaat bersama sejumlah tokoh, di antaranya Pangdam XIII/Merdeka Mayjen Jonathan Binsar Parluhutan Sianipar, Menteri ATR/BPN Nusron Wahid, serta Kapolda Sulawesi Tengah Irjen Pol Endi Sutendi.

Komentar