JAKARTA, Jejakabar.com – Peluang kerja di luar negeri bagi pekerja migran Indonesia disebut semakin menjanjikan. Selain banyaknya kebutuhan tenaga kerja, gaji yang ditawarkan juga dinilai sangat menggiurkan, mulai dari belasan juta hingga ratusan juta rupiah per bulan.
Dirilis dari CNBC Indonesia, Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Mukhtarudin, mengungkapkan rata-rata gaji pekerja migran Indonesia di luar negeri berada di kisaran Rp10 juta hingga Rp15 juta per bulan, bahkan lebih tinggi untuk pekerjaan profesional.
“Kalau soal gaji, ya rata-rata paling minimal Rp10 juta, Rp10 juta ke atas, bisa Rp15 juta juga. Itu sudah pekerjaan yang paling bawah. Kalau yang profesional, bisa lebih lagi,” ujar Mukhtarudin usai peluncuran Gerakan Nasional Migran Aman, Senin (18/5/2026).
Ia menjelaskan, beberapa sektor pekerjaan tertentu bahkan menawarkan penghasilan jauh lebih besar. Salah satunya profesi perawat atau nurse yang disebut bisa memperoleh gaji hingga Rp60 juta sampai Rp70 juta per bulan.
“Kalau nurse atau perawat, bisa mencapai Rp60 juta hingga Rp70 juta,” tambahnya.
Mukhtarudin juga mengungkapkan bahwa terdapat tenaga perawat asal Indonesia yang bekerja di Amerika Serikat dengan pendapatan mencapai Rp150 juta per bulan.
“Bahkan ada yang perawat sampai Rp150 juta kalau di daerah Amerika Serikat, dan juga ada perawat kita yang di Amerika Serikat dan di Australia,” jelasnya.
Selain sektor kesehatan, pekerja migran Indonesia juga mulai banyak berkiprah di bidang profesional lainnya, termasuk industri teknologi dan pertahanan.
Menurut Mukhtarudin, sejumlah tenaga kerja Indonesia telah bekerja di Korea Aerospace Industries, perusahaan industri pertahanan dan pesawat tempur Korea Selatan. Ada pula tenaga profesional Indonesia yang bekerja di bidang engineering di Jepang.
Tidak hanya itu, pekerja migran Indonesia juga disebut banyak yang berkarier di maskapai internasional sebagai pramugari, seperti Emirates, Qatar Airways, hingga Saudi Airways.
“Bahkan juga ada yang sudah bekerja di Korean Airspace Industry, industri pertahanannya pesawat tempurnya Korea. Ada yang di engineering Jepang, ada juga yang jadi pramugari di maskapai-maskapai asing seperti Emirates, Qatar Airways, Saudi Airways,” ungkapnya.
Ia menegaskan pemerintah saat ini terus menyiapkan sumber daya manusia (SDM) agar mampu bersaing dan memenuhi kebutuhan tenaga kerja global di berbagai sektor pekerjaan.
“Nah inilah yang kita siapkan sekarang pekerjaan-pekerjaan di luar negeri, dan sektor-sektornya banyak,” pungkasnya. (Admin/rilis)

Komentar