JAKARTA, Jejakabar.com – Sebanyak sembilan Warga Negara Indonesia (WNI) yang tergabung dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2026 menuju Gaza, Palestina, dilaporkan ditahan oleh militer Israel (IDF) di kawasan perairan Mediterania Timur.
Dirilis dari CNN Indonesia, para WNI tersebut merupakan bagian dari rombongan pelayaran kemanusiaan Global Peace Convoy Indonesia (GPCI) yang ikut dalam misi internasional untuk menyalurkan bantuan kemanusiaan ke Gaza.
Dari sembilan WNI yang berada dalam misi tersebut, empat di antaranya diketahui berprofesi sebagai jurnalis. Mereka yakni Bambang Noroyono alias Abeng dan Thoudy Badai dari Republika, Andre Prasetyo Nugroho dari Tempo, serta Rahendro Herubowo.
Informasi mengenai identitas para WNI tersebut turut dibagikan melalui unggahan akun media sosial selebritas sekaligus relawan Global Sumud Flotilla, Chiki Fawzi, dan diunggah ulang akun resmi GPCI.
Selain para jurnalis, beberapa aktivis kemanusiaan yang turut dalam rombongan yakni Hendro Prasetyo, Andi Angga, Ronggo Wirasanu, Herman Budianto, dan As’ad Aras.
Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu RI) menyatakan mengecam keras tindakan militer Israel yang mencegat kapal-kapal misi kemanusiaan internasional tersebut.
“Kementerian Luar Negeri mengecam keras tindakan Militer Israel yang telah mencegat sejumlah kapal yang tergabung dalam rombongan misi kemanusiaan internasional Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0 di sekitar perairan Siprus, Mediterania Timur,” ujar Juru Bicara Kemlu RI, Yvonne Mewengkang, Senin (18/5/2026).
Kemlu RI juga mendesak pemerintah Israel segera membebaskan seluruh awak dan kapal yang ditahan, serta menjamin distribusi bantuan kemanusiaan kepada rakyat Palestina tetap berjalan sesuai hukum humaniter internasional.
Selain melakukan kecaman diplomatik, pemerintah Indonesia juga menyiapkan langkah kontingensi untuk pemulangan para WNI jika diperlukan.
Yvonne menegaskan perlindungan terhadap warga negara Indonesia menjadi prioritas utama pemerintah dalam situasi tersebut.
“Pemerintah terus menjalin komunikasi dengan berbagai pihak untuk memperoleh informasi terkini mengenai kondisi para WNI, sekaligus menyiapkan langkah kontingensi, termasuk fasilitasi perlindungan dan percepatan proses pemulangan apabila diperlukan,” jelasnya.
Sebelumnya, lima WNI sempat terkonfirmasi lebih dahulu ditahan oleh militer Israel. Mereka terdiri dari Bambang Noroyono di Kapal BorAlize, Andre Nugroho, Rahendra Herubowo, dan Thoudy Badai di Kapal Ozgurluk, serta Andi Angga Prasadewa dari Rumah Zakat.
Sementara empat delegasi Indonesia lainnya dilaporkan masih berada dalam pelayaran. Mereka adalah Herman Budianto dan Ronggo Wirasanu dari Dompet Dhuafa yang berada di Kapal Zapyro, serta Asad Aras Muhammad dan Hendro Prasetyo di Kapal Kasr-1. (Admin/rilis)

Komentar