Jejakabar.com, Pohuwato – Hujan yang mengguyur wilayah Desa Teratai, Kecamatan Marisa, pada Jumat pagi (24/7/2026), kembali memicu banjir yang merendam permukiman warga.
Sedikitnya sekitar 10 rumah dilaporkan terdampak setelah air meluap dan masuk ke dalam rumah-rumah warga.
Menurut informasi yang dihimpun, banjir terjadi akibat tanggul yang tidak mampu lagi menahan tingginya debit air sehingga meluap ke kawasan permukiman.
Sejumlah warga menduga banjir yang terus berulang tidak terlepas dari aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) yang masih beroperasi di kawasan Desa Teratai dan Bulangita.
Mereka menilai kondisi lingkungan di sekitar aliran sungai telah mengalami perubahan sehingga saat hujan turun, air lebih cepat meluap ke permukiman.
Peristiwa ini kembali menambah daftar panjang banjir yang melanda Desa Teratai.
Warga berharap pemerintah dan aparat penegak hukum segera mengambil langkah nyata untuk menangani persoalan yang diduga menjadi penyebab berulangnya bencana tersebut.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari instansi terkait mengenai penyebab pasti banjir maupun jumlah kerugian yang ditimbulkan. Tim redaksi masih berupaya menghimpun informasi lebih lanjut dari pihak berwenang.

Komentar