LIMBOTO, Jejakabar.com – Kontingen Provinsi Sulawesi Selatan berhasil keluar sebagai juara pertama pada ajang Final Asah Terampil Pekan Nasional (PENAS) Petani Nelayan XVII Tahun 2026 yang digelar di Sport Center Limboto, Kabupaten Gorontalo, Senin (22/6/2026).
Sulawesi Selatan tampil sebagai yang terbaik setelah mengumpulkan 160 poin dari tiga kategori soal yang dipertandingkan. Posisi kedua diraih kontingen Sumatera Utara dengan perolehan 90 poin, sementara Jawa Tengah menempati peringkat ketiga dengan 50 poin.
Direktur Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian, Muhammad Taufiq Ratule, mengapresiasi semangat seluruh peserta yang mengikuti kompetisi tersebut. Menurutnya, kemampuan para petani dan nelayan dalam menguasai ilmu pengetahuan serta teknologi menjadi modal penting dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional.
“Terima kasih, semangatnya luar biasa dan semuanya bagus. Ilmu dan pengetahuan peserta sudah baik, mudah-mudahan ini bisa diimplementasikan di lapangan,” ujar Taufiq saat menutup kegiatan.
Ia optimistis, apabila petani dan nelayan mampu menguasai ilmu pengetahuan, terus berinovasi, serta mengadopsi teknologi pertanian dan perikanan, maka target swasembada pangan nasional akan semakin mudah diwujudkan.
Hal tersebut, menurutnya, sejalan dengan tema PENAS XVII 2026, yakni “Transformasi Teknologi dalam Mendukung Program Swasembada Pangan”, yang menjadi fokus penyelenggaraan kegiatan di bawah kepemimpinan Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail dan Wakil Gubernur Idah Syahidah Rusli Habibie.
“Jika semua petani dan nelayan menguasai dan memahami ilmu pengetahuan dan teknologi, aman swasembada pangan kita,” tegasnya.
Final Asah Terampil berlangsung meriah dengan nuansa budaya yang kental. Seluruh peserta tampil mengenakan pakaian adat khas daerah masing-masing, menambah semarak kompetisi sekaligus memperlihatkan keberagaman budaya Indonesia.
Sebagai bentuk apresiasi, para pemenang menerima hadiah yang disponsori oleh Panasonic Indonesia.
Ajang Asah Terampil menjadi salah satu rangkaian kegiatan PENAS XVII yang bertujuan menguji kemampuan, memperluas wawasan, serta mendorong inovasi petani dan nelayan dari seluruh Indonesia dalam menghadapi tantangan sektor pangan di masa depan.

Komentar